• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Tingkatkan Taraf Ekonomi, Dompet Dhuafa Gagas 'Warung BuDe'

20 August
13:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Batang : Dompet Dhuafa (DD) yang merupakan lembaga Filantropi Islam bersumber dari dana zakat, infak, sedekah dan wakaf memiliki beberapa program baik dari segi Kesehatan, Pendidikan, Ekonimi dan Pengembangan Sosial.

Di wilayah Kabupaten Batang Jawa Tengah, Dompet Dhuafa hadir di Desa Kemesu Karangtengah Kecamatan Reban dengan membuat program ekonomi bagi warga sekitar yang telah lanjut usia ataupun telah menjadi janda.

Program Ekonomi yang di gagas oleh DD ialah membuat Warung Badan Usaha Desa (Warung BuDe), Sebagai Pendampin Warung BuDe Dika menjelskan jika Warung BuDe dengan Bumdes berbeda. Hal ini lantaran seluruh pendanaan dan pendampingan murni dari Dompet Dhuafa bukan dari pemerintah.

Adapun saat ini Warung BuDe berfokus pada pengembangan Budidaya Jamur, dipilihnya budidaya jamur menurut Dika karena adanya potensi desa yang mendukung serta cara kerja tidak terlalu berat bagi penerima manfaat.

 “Memang sengaja dipilih untuk jamur ini karena pertama mudah dan tidak terlalu berat, cuaca disini juga mendukung, kemudian potensi pasar jamur terbilang tinggi. itulah alasan kami lebih memilih budidaya jamur bagi ibu-ibu di desa Kemesu” Jelas Dika, (20/8/2019).

Untuk saat ini pendampingan telah berjalan selama 1 bulan atau pembangunan rumah jamur hampir mencapai akhir, rencananya untuk tahap awal bagi Baglog jamur masih memesan dan penerima manfaat hanya bertugas untuk merawat secara ringan.

“Untuk sementara baglog masih kita pesan, karena ibu-ibu yang disini juga memilik usia yang terbilang cukup tua atau 50 tahun keatas sehingga mungkin memerlukan waktu lama, atau setidaknya kedepan terdapat pihak laki-laki yang mengambil alih” Terang Pendamping.

Salah satu warga Ipah Suripah mengaku dirinya sangat terbantu dengan adanya program warung BuDe dari Dompet Dhuafa, Sementara untuk yang mengikuti program ini terdapat 14 anggota yang rata-rata adalah wanita lansia.

“Semua ada 14 orang yang rata-rata usia lanjut bahkan sudah hidup sendiri, setidaknya dengan adanya program ini berharap dapat meningkatkan taraf ekonimi bagi warga Karangtenga” Jelas Ipah Suripah.

Sementara rata-rata kesibukan yang dilakukan oleh penerima manfaat adalah sebagai buruh pembuat emping atau pemecah biji melinjo, secara garis besar pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga besar.

Terkait pendampingan akan terus dilakukan oleh Dompet Dhuafa seperti membantu pencarian pasar, pendampingan pembentukan UMKM, sampai pada pembukuan.

Disisi lain prgoram dari Dompet Dhuafa yang ada di Jawa Tengah sebelumnya berada di Wonosobo dan Temanggung, namun untuk bidang pengembangan usaha baru dilakukan di Kabupaten Batang yang di muat dengan konsep Warung BuDe.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00