• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sejumlah Wilayah di Bengkulu Mulai Terancam Kekeringan

19 August
14:41 2019
1 Votes (1)

KBRN, Bengkulu : Akibat musim kemarau yang telah melanda wilayah Bengkulu dan sekitarnya, sejumlah masyarakat mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari.

Seperti disampaikan juru bicara forum RT se Kota Bengkulu Iwan Supratman. Dimana dari keterangan yang berhasil dikumpulkan sejumlah Ketua RT di Kota Bengkulu menyebutkan, sebagian masyarakat khususnya yang berada di daratan tinggi, mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan air. Bahkan jika pun air ada disumurnya, juga tidak terlalu banyak lagi.

“Saya contohkan saja, ada keluarga yang tinggal di Jalan Perhubungan II Pagar Dewa Kota Bengkulu, air sumurnya mulai kekeringan, sehingga untuk mandi terpaksa harus datang ke rumah kami yang berada di Jalan Gedang, Kota Bengkulu. Kemudian masyarakat di daerah Karang Endah juga mengalami hal yang sama, sulit mendapatkan air untuk keperluan sehari, dan tidak banyak yang menumpang mandi saja ditempat saudara-saudaranya,” ujar Iwan, Senin, (19/8/2019).

Iwan yang juga menjabat Ketua RT Jalan Gedang ini, atas nama warga yang menyampaikan laporan mulai kesulitan mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari ini meminta, meski dari laporan masyarakat untuk saluran air PDAM kerumah belum ada kendala, dalam artian airnya masih mengalir kerumah, namun bagi warga yang rumahnya tidak dialiri air PDAM, sedangkan air sumurnya sudah mulai mengering, agar pihak PDAM sendiri bisa didistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kami (Ketua RT,red) mengharapkan pihak PDAM bisa mendistruksikan air bersih menggunakan mobil tangki, untuk daerah-daerah yang mulai mengalami kekeringan dalam Kota Bengkulu dan sekitarnya. Jika tidak ada kebijakan lain dari pihak PDAM, untuk daerah yang telah alami kekeringan,” imbuhnya.

Sementara secara terpisah, salah seorang warga Bengkulu Tengah Doni juga mengaku, air sumur di kediamannya sudah mulai menyusut dari sebelumnya. Dimana air yang tersedia di sumur tidak mampu lagi memenuhi bak penampungan.

“Mengantisipasi air sumur yang sedikit, mau tidak mau selain berhemat, kami terpaksa mengambil air menggunakan mesin biasanya dalam sehari cukup satu kali, sekarang menjadi dua kali, dengan waktu mengambilnya pagi dan ketika sore harinya,” pungkas Doni. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00