• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Masyarakat Lintas Agama Laporkan Penceramah Abdul Somad ke Mabes Polri

19 August
07:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Usaha mengentaskan intoleransi dan ujaran kebencian berbasis agama terus dilakukan berbagai elemen masyarakat di Indonesia.

Salah satunya yang sedang hangat dan viral di media sosial mengenai ucapan penceramah Abdul Somad atau kerap disebut dengan singkatan UAS, yang diduga menghina simbol suci dan sakral dari agama tertentu dalam sebuah tausiyah yang direkam lalu diunggah ke media sosial visual YouTube.

Pegiat Komunitas Lintas Agama, Suhadi menyatakan, berkaitan dengan itu, ia sangat menyesalkan apa yang dilakukan UAS karena yang bersangkutan dinilai tidak memahami bahwa apa yang dilakukannya berpotensi merusak keharmonisan serta masuk dalam pasal penistaan agama di Indonesia.

"Kalau saya melihat dari berita belum lama ini berkaitan dengan viralnya tausiyah UAS mengenai lambang Salib, menurut hukum itu (bisa) masuk penistaan agama. Dan harusnya juga, dalam konteks kebhinnekaan yang terus dibangun, tidak perlu ada ucapan-ucapan seperti itu," kata Suhadi kepada RRI, di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (18/8/2019) sore.

Oleh karena itu, setelah berembuk dengan seluruh rekan maupun anggota Komunitas Lintas Agama, Suhadi melihat ada persoalan hukum atau perbuatan-perbuatan yang dianggap sebagai pidana berkaitan ucapan UAS, dan ini disebut Suhadi tak bisa dibiarkan.

"Teman-teman sudah sepakat hal ini akan dilaporkan ke Mabes Polri. Rencana kami akan ke Mabes Senin, 19 Agustus 2019, sekitar pukul 10.00 WIB," imbuhnya.

Mengenai kesiapan barang bukti, Suhadi menyatakan sudah tidak ada masalah, dan mengenai saksi-saksi sudah disiapkan lebih kurang 7 (tujuh) orang. Dan juga menyertakan statement Muhammadiyah bahwa apa yang dilakukan penceramah Abdul Somad merupakan penghinaan simbol agama.

"Bukan hanya komunitas Kristen/Katolik saja, tapi dari lintas agama. Bahkan saksi tujuh orang (yang disiapkan), empat adalah dari muslim. Barang bukti sudah siap, berupa rekaman video, kemudian berita koran dan kutipan lain," tandasnya.

Bahkan Suhadi dan beberapa anggota Masyarakat Lintas Agama lainnya sudah menunjuk Tim Lawyer Presidium Rakyat Menggugat (PRM) untuk maju melaporkan UAS ke Bareskrim Mabes Polri.

Sementara itu, koordinator PRM, Daniel Tirtayasa mengutarakan, pihaknya melalui Tim Lawyer dipastikan maju mewakili Komunitas Lintas Agama untuk melaporkan penceramah Abdul Somad atau UAS ke Mabes Polri, Senin, 19 Agustus 2019.

"Firm, kami dari Presidium Rakyat Menggugat atau PRM, sudah mengambil kesimpulan berdasarkan data dan fakta yang kami punya, untuk melaporkan UAS ke Mabes Polri berkaitan dengan penistaan agama. Barang bukti sudah kami lengkapi, saksi juga. Tim Lawyer sudah siap," ungkap Daniel kepada RRI, di Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Penceramah Abdul Somad Klarifikasi Video Viral

FSRMM TV yang diunggah di kanal YouTube mereka pada Minggu, 18 Agustus 2019, dimana dalam video berdurasi 57:07 menit itu, penceramah Abdul Somad atau dikenal dengan sebutan UAS, dikatakan sedang ceramah dalam rangka hari Kemerdekaan di Masjid At-Taqwa, Desa Simpang Kelayang, Indragiri Hulu, Riau, pada Sabtu, 17 Agustus 2019. 

Akan tetapi, dalam klarifikasi mengenai khutbah yang viral tersebut, Abdul Somad mengatakan, video yang diunggah FSRMM adalah ceramah di Masjid An-Nur, Pekanbaru, Riau, pada 2016.

"Saya rutin pengajian di sana satu jam pengajian, diteruskan tanya-jawab. Kenapa diviralkan sekarang? Kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah SWT," katanya seperti dilansir tempo, Minggu (18/8/2019).

Menurut UAS, ceramah pada 2016 tersebut juga dilakukan bukanlah di stadion atau lapangan sepak bola, atau tempat terbuka lainnya, melainkan di dalam Masjid, yang otomatis tertutup dan untuk kalangan sendiri saja, atau dengan kata lain untuk konsumsi umat Islam saja. Dan ucapan mengenai Salib itu adalah untuk menjawab pertanyaan jamaah di sana.

"Untuk intern umat islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS. Untuk orang Islam dalam Al-Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW. Bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami dengan baik," tandas Abdul Somad.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00