• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Budi Daya 'Kepah' Alternatif Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Jada Bahrin Bangka

18 August
19:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Merawang : Sebagian nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencari "kepah" (kerang) menjadi alternatif untuk penghasilan tambahan saat musim paceklik. Namun bagi warga Desa Jada Bahrin Kecamatan merawang Kabupaten Bangka, Kepah tidak hanya sekedar dicari tapi dibudidayakan.

Kepah yang menjadi potensi di Desa Jada Bahrin itu dibudidayakan masyarakat setempat dan mengembangkannya hingga menjadi Industri Rumah Tangga.

Kepah merupakan salah satu potensi kekayaan di desa tersebut, selain perkebunan. Kepah adalah sejenis kerang yang hidup di dalam lumpur di daerah hutan mangrove air payau dan sungai besar berlumpur.

"Pengembangan Industri Kepah sudah dilakukan sejak lama, karena kondisi alam di desa ini sangat cocok untuk pengembangan budidaya Kepah. Rasa Kepah seperti kerang pada umumnya hanya saja teksturnya lebih kenyal," Kepala Desa Jada Bahrain Sadik Minggu (18/8/2019)

Dia menuturkan, sampai dengan saat ini sudah banyak masyarakat di desanya, yang melakukan pembudidayaan Kepah, karena selain harganya cukup menjanjikan, dan perawatannya juga sangat mudah dilakukan.

Menurut Sadik, sebagai potensi alam yang bernilai ekonomis, dirinya terus memotivasi masyarakat dan melakukan pembinaan terkait cara pembudidayaan Kepah, kemudian membentuk pokdakan, agar pengembangan Industri Kepah bisa berjalan optimal, sehingga meningkatkan ekonomi masyarat desa.

Ditambahkan Sadik, Kepah yang dikonsumsi masyarakat setempat itu, juga dijual kepada pengumpul untuk dipasarkan di pasar tradisional. Selain kepada pengumpul juga ada diantaranya dijual ke pengelola restoran atau dijual kepada perorangan yang memesannya. Harga jual bervariasi mulai dari Rp.5000 - Rp. 100.000.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00