• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Kehadiran Ponpes Membawa Perubahan Peradaban Manusia

18 August
19:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Jarum jam baru saja menunjukkan pukul 10.00 Wita. Sebuah mobil berplat DR. 1372 BA keluar dari Gedung Bumi Perkemahan Jaka Mandala. Mobil bercat hitam itu melintas Jalan Pemuda Kota Mataram mengarah ke barat. 

Tidak lama, mobil tersebut kemudian melintas di jalan Majapahit dan belok kiri menuju Jalan Arya Banjar Getas dan mengarah ke selatan menuju ke Jalan Lingkar Selatan. 

Mobil yang dikawal Pamwal itu kemudian mamacu kecepatan ketika melewati jalan bypass dan belok kanan di jalan Bundaran Patung Sapi,  Lombok Barat.

Seakan berpacu dengan waktu, mobil yang ditumpangi dua orang ditambah sopirnya itu membelah Kecamatan Gerung. 

Masuk Kecamatan Sekotong, setelah melawati perbukitan dan tanjakan serta dimanjakan pemandangan yang indah, mobil itupun tiba di dusun Sepi. Sebuah dusun yang terletak di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. 

Di dusun itu berdiri sebuah Pondok Pesantren yang oleh pendirinya diberi nama "Zainul Hafidz" At-Taufiq. Tepat di Ponpes itu, Mobil yang telah menempuh perjalanan sekitar  satu jam setengah dari Kota Mataram itu berhenti. 

Ratusan masyarakat sudah menunggu kehadiran penumpangnya. Perlahan pintu mobil itupun terbuka. Puluhan pengurus ponpes sudah siap menyambut dan berjabat salam. 

Meski cuaca sedikit panas, namun tidak menurunkan antusiasme keluarga besar ponpes dan masyarakat itu menyambut. 

Mengenakan kopiah hitam,  berbalutbatik yang dominan warna hijau serta celana panjang hitam, penumpang itupun turun dari mobil. Siapa dia??  Ya, Ia adalah Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. 

Pendiri Ponpes, H. Sahwan, S. Pd meminta Gubernur Doktor Zul untuk menyampaikan arahan. Dalam arahanya itu,  Doktor Zul menegaskan bahwa kehadiran Pondok Pesantren akan membawa perubahan bagi peradaban hidup manusia. 

Sebab pesantren itu senantiasa menghadirkan banyak hal untuk menghadapi tantangan zaman ke depan. Apalagi di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat seperti saat ini. 

"Karena di zaman ini, kemajuan teknologi informasi dan lain sebagainya, masyarakat itu kadang duduk berdampingan, duduk bersama, tapi jarang berkomunikasi langsung," ungkap Gubernur saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren "Zainul Hafidz" At-Taufiq,  Dusun Sepi,  Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (18/8/2019).

Kemajuan teknologi saat ini lanjutnya, tidak menjadikan jabatan seseorang sebagai pembawa kebahagiaan. Justru semakin tinggi jabatan seseorang, semakin sedikit sahabat dan saudara sejatinya. 

"Jabatan gubernur, jabatan bupati, bahkan jabatan presiden, adalah jabatan yang penuh kesunyian. Jabatan yang dihinggapi rasa sepi yang mencekam," jelas orang nomor satu di NTB itu di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Karena itu, Gubernur mengingatkan, rasa syukur terhadap segala yang dimiliki saat ini merupakan kunci kebahagiaan. Memiliki banyak harta serta rumah yang besar, belum tentu hidupnya bahagia. 

Kadang katanya, ada yang berpenghasilan miliar rupiah serta rumah seharga triliunan, tapi selama hidupnya hanya bisa makan obat.

"Mana yang dipilih, punya uang banyak, tapi hanya boleh makan obat, atau uangnya sedikit seperti kita sekarang, tapi bisa makan apa saja," ungkap Gubernur dengan nada bertanya.

Selain itu, Doktor Zul mengajak masyarakat Sekotong untuk menulis cerita indah tentang daerahnya. Yaitu cerita yang membangkitkan semangat bagi masyarakat untuk menatap masa depan.

"Hari ini saya menjadi saksi, pendiri Ponpes ini ingin menulis cerita masa depan Sekotong dengan cerita yang menyenangkan," imbuhnya yang disambut tepuk tangan masyarakat seraya berharap bahwa keberanian meletakkan batu pertama adalah ikhtiar maksimal mengatakan pada dunia, masa depan Sekotong adalah cikal bakal yang Gemilang bagi anak cucu di masa yang akan datang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00