• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Universitas Trisakti Peringkat ke-13 PTS Terbaik di Indonesia

18 August
15:38 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Rektor Universitas Trisakti Ali Ghufron Mukti mengatakan, penerimaan mahasiswa baru Universitas Trisakti (Usakti) Tahun Akademik 2019/2020 ini melebihi target yang direncanakan. Ini artinya bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Usakti semakin baik.

Dari target sekitar 3.000 mahasiswa baru, pada Tahun akademik 2019/2020 ini Usakti total menerima 3.491 mahasiswa baru, masing-masing 662 dari Fakultas Hukum, 1.515 Fakultas Ekonomi dan Bisnis,153 Fakultas Kedokteran, 159 Fakultas Kedokteran Gigi, 230 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, 260 Fakultas Teknik Industri, 212 Fakultas Teknik Kebumian dan Energi, 169 Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknik Lingkungan, serta 131 mahasiwa Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Hal tersebut diungkapkan Ali Ghufron kepada wartawan di sela-sela kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru dan Trisakti Muda 2018 Tahun Akademik 2019/20120 di Kampus A Usakti, Jl. Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (18/8/2019) siang.

"Universitas Trisakti baru diumumkan kemarin tanggal 17 Agustus 2019 oleh Kemenristekdikti masuk ranking ke-42 perguruan tinggi negeri dan swasta dari 5.478 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Sementara untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Universitas Trisakti masuk dalam 13 terbaik di Indonesia, atau nomor 4 terbaik di Jakarta," ungkapnya.

Hal ini, menurut Ali Ghufron yang juga Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti, merupakan peningkatan ranking yang luar biasa yakni sebanyak 18 hingga 20 poin dibanding tahun kemarin.

Sebagai Kampus Reformasi, Rektor menegaskan bahwa Universitas Trisakti harus menunjukkan jati dirinya sebagai kampus perjuangan yang tidak terpapar pada gerakan Radikalisme dan juga penyalahgunaan Narkoba, karena mahasiswa saat ini pada tahun 2045 mendatang merupakan calon-calon pemimpin nasional, sehingga mereka harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik dari segi intelektual maupun ideologi kebangsaan.

Untuk itu, Ali Ghufron menyatakan sangat mendukung langkah Kemenristekdikti untuk mengambil langkah tegas untuk membersihkan kampus-kampus di seluruh Indonesia dari peredaran Narkoba.

"Ya, kami punya peraturan yang sangat tegas. Mahasiswa yang terlibat Narkoba. baik itu memakai apalagi mengedarkan Narkoba, sanksinya sangat keras yakni dikeluarkan dari Universitas," jelasnya.

Selain sanksi pemecatan terhadap mahasiswa dan civitas akademika yang terlibat Narkoba, pihak Universitas juga melakukan langkah-langkah pembinaan dan pencegahan. Oleh karena itu, hari ini Universitas Trisakti khusus mengundang perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menyampaikan tentang bahaya Narkoba, serta berbagai strategi agar mahasiswa tidak terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.

"Kita selalu rutin menggelar razia Narkoba terhadap mahasiswa dan civitas akademika bekerja sama dengan BNNP DKI, Polres Jakarta Barat serta organisasi-organisasi mahasiswa, mengingat ancaman bagi yang terlibat tidak main-main yakni dikeluarkan dari kampus," tegas Ali Ghufron.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00