• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Menteri Amran: Mau Kaya, Jadi Petani! Petani Teladan Berprestasi

17 August
22:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, masyarakat Indonesia bisa kaya raya hanya dengan menjadi seorang petani. 

Hal itu menurutnya tak lepas dari kerja keras para petani andalan karena di mereka ada “passion”. Mereka katanya yang akan menjadi penggerak kelompok tani duta pertanian di masyarakat.

"Tidak heran kalau data Bappenas terbaru mengungkapkan kalau pertanian adalah salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya dalam acara pemberian penghargaan petani teladan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

"Saya juga bangga ada anak muda petani berprestasi dari Tabanan Bali, 32 tahun Surya Prasetya Wiguna dari Kelembagaan Ekonomi Petani Petani Tabanan Bali," lanjut Amran.

Perlu diketahui, pada kesempatan itu, Menteri Amran memberikan penghargaan kepada para petani berprestasi. Salah satu diantaranya adalah Halim Antoni, petani asal Sumatra Barat. Disana, Antoni pun menceritakan pengalamannya yang dibantu oleh pemerintah melalui Menteri Amran dalam bertani.

“Saya merasa terharu melihat cara petinggi-petinggi kita berusaha mengangkat derajat para petani sehingga kita semakin semangat," katanya.

Sementara itu, petani berprestasi lainnya, Surya menyatakan dirinya dulu Bankir tapi sekarang milih bertani dengan penghasilan 3 kali lipat lebih tinggi.

"Saya sekarang menjadi petani, milih keluar kerja di bank, karena bertani penghasilanya lebih tinggi," ungkapnya.

Masih di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Penyuluhan dan SDM Pertanian, Kementan, Dedi Nursyamsi menyebutkan dalam pemberian penghargaan ini terdapat 30 petani berprestasi Penghargaan Tingkat Nasional 2019. Mereka terbagi dalam 7 kategori yaitu Petani Berprestasi, sebanyak 5 orang. Yakni Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berprestasi, sebanyak 5 unit, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Berprestasi, sebanyak 5 orang.

"Selain itu, terdapat juga Penyuluh Pertanian Teladan, sebanyak 5 orang, Balai Penyuluhan Pertanian Berprestasi, sebanyak 5 unit, Dosen Berprestasi, sebanyak 3 orang; P4S Berprestasi, sebanyak 2 orang," sebutnya.

Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmono menambahkan ke depan akan menambahkan kategori petani berprestasi hingga peniliti, petugas POPT hingga eksportir millennial muda pertanian.

“Kami ingin memberikan motivasi untuk terus menerus memberikan yang terbaik," terangnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00