• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BPJS Ketenagakerjaan Pasang Strategi Hadapi Revolusi Industri 4.0

17 August
17:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa) mengikuti upacara bendera dalam rangka HUT ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019). Khusus di Pulau Dewata, upacara dipusatkan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Bali Denpasar.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dalam sambutan tertulisnya mengingatkan soal tantangan Indonesia memasuki revolusi industri 4.0. Era baru tersebut dikatakan membawa perubahan fundamental terhadap sendi kehidupan manusia. Oleh karena itu, ia meminta jajarannya menggandeng seluruh pemangku kepentingan baik dipusat maupun daerah. Tujuannya untuk meningkatkan kepesertaan dan pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan. 

Menyikapi itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan wilayah Banuspa, M. Yamin Pahlevi mengaku telah menyiapkan beberapa strategi. Strategi tersebut diantaranya dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul, tata kelola yang baik, dan mengadaptasi visi misi serta budaya perusahaan kedalam seluruh kegiatan. Visi, misi, dan budaya BPJS Ketenagakerjaan disebut tertuang kedalam beberapa poin, meliputi iman, ekselen, teladan, harmoni, integritas, kepedulian, dan antusias.

"Zaman dahulu kan semangatnya adalah memerdekakan diri dari penjajah kepada negara yang merdeka. Kalau kita sekarang diminta untuk memerdekakan diri dari zona nyaman," katanya kepada wartawan di Denpasar, Sabtu (17/8/2019). 

Revolusi industri 4.0 tidak dipungkiri memaksa semua pihak untuk berubah. Perubahan yang dimaksud mengacu pada tuntutan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan cepat, mudah, efektif, dan efisien. 

"Sebenarnya tantangan kita kedepan ini adalah revolusi industri 4.0. Sekarang kan sudah serba digital. Sementara pekerja kita ini kan sekarang sudah peluangnya lebih banyak disitu. E-commerce, E-commerce, itu kan tantangan kita kedepan," ungkap Yamin Pahlevi. 

Yamin Pahlevi menjabarkan, dengan revolusi industri 4.0 ini juga membuka ceruk baru terhadap penambahan pekerja bukan penerima upah (BPU). Ia memprediksi, kuantitas pekerja informal tidak lama lagi akan lebih mendominasi dibandingkan pekerja penerima upah alias formal. 

"Kalau selama ini sebelum ada revolusi industri, sebelum berkembangnya E-Commerce itu, online dan seterusnya itu, pekerja kita kelihatan. Pekerja formal, informal. Tetapi sekarang kalau bicara e-commerce kan pekerjanya tidak kelihatan. Itu tantangan kita, bagaimana kita melindungi para pekerja di e-commerce itu. Jadi tantangannya luar biasa," paparnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00