• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Dua WBP Lapas Klas II A Bukittinggi Terima Remisi Bebas dari Kemenkumham

17 August
17:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Sebanyak 396 warga binaandi  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas II A Bukittinggi, Sabtu (17/8/2019), mendapat remisi dari Kementrian Hukumdan HAM. Remisi dalam rangka peringatan HUT RI ke 74 kemerdekaan Indonesia itu, diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota, unsur Forkopimda dan Kepala Lapas.

Kepala Lapas Klas II A Bukittinggi, Marten, menuturkan, terhitung hingga 17 Agustus 2019, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas klas II A Bukittinggi berjumlah 603 orang. Dimana 409 orang diantaranya terlibat kasus penyalahgunaan narkotika, kriminal biasa 143 orang dan selebihnya tahanan.

“Dari 603 WBP itu, 396 orang diantaranya mendapat remisi dengan jumlah berbeda, mulai dari remisi 1 bulan hingga 6 bulan. Dua WBP diantaranya bebas, atas nama Agus Dmanto dan Hendriadi Lubis yang terlibat kasus pencurian,” jelasnya.

Untuk remisi 1 bulan terang Marten, diberikan kepada 53 warga binaan. Remisi 2 bulan untuk 92 orang. Remisi 3 bulan kepada 100 orang. Remisi 4 bulan 80 orang. Remisi 5 bulan kepada 56 orang. Dan remisi 6 bulan diberikan untuk 15 orang.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmarias, saat membacakan pidato Menteri Hukum dan HAM, menyampaikan, remisi bagi warga binaan menjadi salah satu program rutin yang dilaksanakan Kemenkumham dalam perayaan HUT kemerdekaan Indonesia.

“Proklamasi kemerdekaan merupakan pernyataan bahwa Indonesia telah bebas dari belenggu penjajahan. Sehingga tentu ada beberapa poin yang dapat diberikan kepada warga binaan, salah satunya remisi. Remisi ini dilakukan supaya warga binaan selanjutnya patuh dan taat kepada hukum, adat dan norma,” jelasnya.

M. Ramlan Nurmatias mengaku kaget dengan jumlah warga binaan di lapas klas II A Bukittinggi yang terus meningkat. Tahun lalu 300 orang sekarang sampai 603 orang. Padahal standarnya isi Lapas klas IIA Bukittinggi ini 250 orang.

“Ironisnya lagi, 70-80 persennya kasus narkoba, dengan pelakunya masyarakat yang masih di usia produktif. Ini yang harus kita evaluasi bersama agar kedepan, jumlah pelanggaran tindak pidana ini menurun,” sebutnya.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, remisi yang diberikan Kemenkumham diberikan sesuai perilaku. Setelah diberi remisi dan ada yang bebas, tentu harus ada pula perubahan perilaku dari warga binaan.

“Cukup sekali masuk lapas. Jangan terulang lagi. Ingat keluarga di rumah. Berikan rezeki yang halal untuk keluarga. Taat hukum dan tidak mengulangi kesalahan lagi, berarti para warga binaan telah mengisi kemerdekaan. Mari kita isi hidup kita dengan hal positif agar dapat membangun bangsa ini dengan kegiatan yang baik dan berguna,” tukasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00