• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Merah Putih Berkibar di Atas Sungai Paret Nanas

17 August
16:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Sejak pukul 06.00 waktu setempat, warga berdatangan berbondong-bondong menuju ke bantaran Sungai Paret Nanas yang berlokasi di  Gang Bentasan 1, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Di lokasi tersebut akan dilaksanakan Pengibaran bendera di atas Paret Nanas dalam Upacara 17 Agustus 2019. 

Pengibaran kali ini diikuti murid SD, SMP, SMK, warga setempat, Kelurahan Siantan Hulu, dan Kecamatan Pontianak Utara.  Semarak Kemerdekaan 74 tahun Republik Indonesia ini mengusung tema ‘Merdeka Negeriku, Merdeka Paretku’  dalam rangka memperingati HUT RI ke-74. Pemerintah Kecamatan Pontianak Utara bersama berbagai Komunitas Lingkungan Hidup menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di atas Paret Nanas. 

“Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian #FestivalParetNanas yang kali ini menginjak tahun ketiganya. Upacara ini selain bertujuan demi meningkatkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat, juga bermaksud mengingatkan betapa pentingnya paret, bukan hanya sekadar sebagai tempat aliran air, tetapi juga memiliki nilai-nilai lebih lainnya,” ungkap Ketua Kreasi Sungai Putat, Syamhudi Sabtu (17/08/2019).  

Yudi mengatakan, Pengibaran Bendera Merah Putih di atas Paret Nanas menjadi bagian terpenting untuk mengajak segenap masyarakat untuk perduli terhadap paret dan habitatnya. 

Diakui, pihaknya mendorong Pemerintah Kota Pontianak untuk segera mengambil langkah kongkrit dalam menyikapi lahan gambut dan paret tersisa dua komunitas biosphere ini sangat urgent untuk  keberadaan air dengan kuatitas dan kwalitas yang baik untuk memenuhi hajat masyrakat kota dan mempertahankan fungsi gambut sebagai bank air terbaik. 

“Kita selalu berupaya fokus dalam mengawal #masihsoalparet ini sederhana alasannya yang paling mungkin dipulihkan oleh Pemerintah Kota Pontianak hanya paret dan gambut (Ekologi) bukan Sungai Kapuas,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Pontianak Utara, Aulia Candra mengakui, jika upacara di Paret  Nanas sedikit bermasalah karena terbentur musim kemarau sehingga ketersediaan air menjadi berkurang.  

“Ini bukan salah siapa siapa, karena musim kemarau yang cukup panjang di hulu juga tidak ada hujan sehingga air di Paret Nanas ini juga berkurang,” katanya  sesuai kegiatan. 

Ia menjelaskan jauh–jauh hari sudah mengantisipasi dengan melakukan penyemprotan lumpur. Tujuannya agar  memperdalam aliran sungai di muara itu sehingga kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik. 

“Kemudian untuk Festival Paret Nanas tahun 2019 ini dan kita memang ada beberapa kegiatan lainnya yang mana didukung besar oleh masyarakat.  Untuk pelaksanaan ini pembersihan penyemprotan lokasi. Kemudian kegiatan  ini sangat besar didukung oleh masyarakat, dan tanpa dukungan masyarakat tidak dapat berjalan dengan baik,” tukasnya. 

Di tempat yang sama, Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin, melihat antusias masyarakat  hadir lebih ramai dari tahun tahun sebelumnya.  

“Dan juga tahun ini teman-teman dari Kepolisian ada ikut hadir dalam upacara.  Kapolsek Pontianak Utara menurunkan satu kompi. Kita juga mengundang tokoh masyarakat dari RT, RW, Posyandu, PKK juga ikut hadir,” paparnya. 

Lebih lanjut Arifin menuturkan, Festival Paret Nanas yang ketiga ini menjadi spesial. Karena dirangkai dengan berbagai lomba, antara lain fotografi, lomba Vlog, Lomba Mural, dan lainnya. 

“Teman - teman yang mungkin yang dari luar Pontianak Utara atau Siantan Hulu, bisa tahu oh ternyata ada potensi wisata ini nanti juga dapat kita ajak mempromosikan potensi yang ada di Paret Nanas, Siantan Hulu,” tuturnya. 

Terkait kondisi alam, yang sedang berkabut asap ditambahkan Arifin,  masyarakat dan anak anak sekolah masih cukup antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. 

“Untuk kabut asap dan kebakaran lahan di Siantan Hulu memang relatif kurang, bau asap tidak terlalu tercium  karena di sekitar masih banyak tanaman - tanaman hijau banyak pohon udaranya segar dan untuk paretnya ini sedangkan  memasuki musim kemarau untuk debit airnya di Paret Nanas memang cukup kecil. Itupun itu sudah coba kita siasati  kesekitar  lokasi upacara, kita coba gali lumpur lumpurnya, supaya endapan lumpur bisa ketepi dan untuk upacara masih bisa memungkinkan genangan airnya,” jelasnya. 

Senada diungkapkan Ketua Gerakan Senyum Kapuas, Abdurrahman Randy, yang juga selaku panitia penyelenggara kegiatan,  dimana kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pentingnya paret karena masyarakat Kota Pontianak itu berawal dari tepian sungai.   

“Juga mengembalikkan kebiasan masyarakat Kota Pontianak ini sebagai warga tepian sungai.  Dulu kita di tepi sungai sekarang mulai tergerus untuk lebih banyak ke daratan. Paret itu adalah sumber kehidupan, manusia,” pungkasnya.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00