• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ini Keunggulan QRIS yang Baru Diluncurkan BI

17 August
16:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Bank Indonesia akhirnya meluncurkan standardisasi kode respon cepat atau Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS), yang akan berlaku secara nasional  mulai 1 Januari 2020 mendatang.  Acara peluncuran berlangsung usai upacara peringatah Hari Kemerdekaan RI ke-74 di lapangan kompleks perkantoran BI , Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

“QRIS adalah satu-satunya QR yang berlaku di Indonesia. Dengan berlakunya  QRIS secara nasional, maka semua penyelenggara jasa sistem pembayaran baik domestik maupun asing yang ada di Indonesia, harus memenuhi standardisasi QR Code yang ditetapkan Bank Indonesia,” tegas Gubernur BI Perry Warjiyo saat acara peluncuran.

Tujuan BI membuat QRIS, jelas Perry, untuk memperlancara sistem pembayaran nontunai yang dilakukan secara aman dan lancar.  Selain itu, juga untuk mendorong inklusi keuangan digital serta mamajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

“Karenanya QRIS mengusung semangat UNGGUL.  Kita ingin Indonesia unggul di era ekonomi keuangan digital, dan QRIS yang kita terapkan memang benar-benar UNGGUL,” tukas Perry.

Kata UNGGUL yang dimaksud Gubernur BI itu memang memiliki makna.  Yaitu Universal, yang artinya inklusif . QRIS bisa dipakai oleh semua lapisan masyarakat. Khususnya untuk transaksi-transaksi yang jumlahnya tidak terlalu besar, untuk mempercepat dan mempelancar pembayaran.

“Sehingga pedagang sayur di pasar, pedagang bakso, pedagang mie, dimanapun berada, dari Sabang sampai Merauke bisa menggunakan QRIS,” tukas Perry.

Universal juga bermakna, QRIS bisa digunakan untuk transaksi cross border atau antara negara. “Kita sudah coba di sejumlah negara Asean, ternyata bisa melakukan transaksi dengan QRIS.  Coding-coding di QRIS dapat membedakan mana transaksi domestik, mana transaksi antar negara,” jelas Perry.

Makna lainnya dari kata UNGGUL adalah Gampang, artinya transaksi bisa dilakukan dengan mudah, hanya melalui telepon genggam dengan memindai kode QR. “Saat ini  transaksi menggunakan QRIS memang masih dibatasi maksimum 2 juta rupiah per transaksi, dengan biaya yang diupayakan murah,”  lanjut Perry.  Selain Gampang, makna lainnya adalah Langsung, karena proses transaksi berlangsung seketika, dan langsung diproses ke rekening nasabah saat itu juga.

QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co. untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara, sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara.

Untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran.  Sebelum siap diluncurkan, BI sudah melakukan uji coba terhadap spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya,  pada tahap pertama pada bulan September hingga November 2018 dan tahap kedua pada bulan April hingga Mei 2019.

Sementara itu, prosentase merchant diskon rate yang dikenakan, untuk  transaksi regular sebesar 0,7 persen. Untuk transaksi khusus misalnya untuk keperluan pendidikan, merchant diskon rate-nya sebesar  0,6 persen, Untuk pengisian bahan bakar di SPBU sebesar 0,4 persen, dan  untuk transaksi pemerintah seperti penyaluran bansos  dan donasi, biayanya gratis.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00