• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polisi Periksa Intensif Belasan Pengunjukrasa, Terkait Insiden Cianjur

16 August
17:13 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bandung: Pihak kepolisian terus melakukan penyidikan intensif, terkait peristiwa jatuhnya korban anggota Polres Cianjur, saat mengamankan aksi unjukrasa di gedung DPRD dan Pemkab Cianjur. Dari sebelumnya 15 orang pengunjukrasa, kini petugas gabungan Polres Cianjur dan Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Barat mengamankan sekitar 17 orang yang diduga pelaku.

“Pasca kejadian sampai dengan pukul 22.00, telah diamankan 17 orang untuk dilakukan proses pemeriksaan dalam penyelidikan guna menyelidiki siapa pelakunya,” ucap Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jumat (16/8/2019).

Saat ini, diutarakan Truno, penyidik masih melakukan analisa dan menyimpulkan kronologis kejadian berdasarkan alat bukti yang ada, juga dengan gelar perkara.

“Termasuk persangkaan pasal, apabila nanti didapati adanya pelaku atau tersangka,” tukasnya.

Truno menyatakan, jika kepolisian masih bekerja profesional sesuai prosedur dengan mendasari dari alat bukti dan olah tempat kejadian perkara awal. Nantinya, akan ditentukan siapa pelaku yang melukai anggota polisi dengan cara melemparkan bahan bakar ketika aksi kemarin.

“Kalau dugaan, kita tidak bisa menyebutkan siapa dari 17 itu tanpa adanya alat bukti. Jadi masih tetap kita tunggu proses yang dilakukan penyidik,” tegasnya.

Disinggung maraknya berita bohong atau hoaks yang menyebutkan personel kepolisian yang terbakar hidup-hidup meninggal, Truno menyebut, hal itu menciderai suasana duka yang ada saat ini. Terlebih, sejumlah elemen mahasiswa juga mengecam aksi yang terjadi kemarin.

“Sementara ini, yang jelas keempat anggota kita masih dalam penanganan medis,” cetusnya.

Truno menekankan, jika nanti didapati adanya penyebaran hoaks mengenai meninggalnya anggota polisi terdampak kejadian, yang bersangkutan bakal terkena sanksi pidana. Oleh karena itu, dirinya mengimbau, agar masyarakat tak mudah percaya dengan berita yang ada.

“Dalam hal ini, kalau kita dapati adanya penyebaran hoaks tentang gugurnya anggota kita, sementara faktanya tidak, tentu ada sanksinya,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00