• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil Eks Dirut Garuda Sebagai Tersangka TPPU

16 August
11:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil mantan Dirut PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar (ESA) dan mantan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd Soetikno Soedarjo (SS) untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasus TPPU tersebut merupakan pengembangan dari kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia yang sebelumnya telah diperiksa KPK.

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap ESA dan SS sebagai tersangka terkait TPPU," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Selain itu, hari ini KPK juga memanggil mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 2007-2012 Hadinoto Soedigno (HDS) sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

KPK telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught Internasional Pte Ltd Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus ini.

Dalam pengembangannya KPK menetapkan Emirsyah dan Soetikno serta satu orang lainnya yaitu Hadinoto Soedigno.

Pada perkara pertama, KPK menetapkan Emirsyah Satar (ESA) dan Soetikno Soedarjo (SS) sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang.

Pada perkara kedua, KPK menetapkan Hadinoto Soedigno (HDS) selaku Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Periode 2007-2012 sebagai tersangka dalam kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

KPK menduga uang suap yang diberikan Soetikno kepada Emirsyah dan Hadinoto tidak hanya berasal dari perusahaan Rolls-Royce, akan tetapi juga berasal dari pihak pabrikan lain yang mendapatkan proyek di PT Garuda Indonesia.

Selaku Konsultan Bisnis/Komersial dari Rolls-Royce, Airbus dan ATR, KPK menduga Soetikno telah menerima komisi dari tiga pabrikan tersebut. Selain itu, Soetikno juga diduga menerima komisi dari perusahaan Hong Kong bernama Hollingsworth Management Limited International Ltd (HMI) yang menjadi Sales Representative dari Bombardier.

Komisi tersebut diduga terkait dengan keberhasilan Soetikno dalam membantu tercapainya kontrak antara PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan empat pabrikan tersebut.

Selanjutnya KPK menduga, sebagian dari komisi tersebut diberikan Soetikno kepada Emirsyah dan Hadinoto, sebagai hadiah atas dimenangkannya kontrak oleh empat pabrikan.

Untuk Emirsyah, Soetikno diduga memberi Rp5,79 Milyar untuk pembayaran rumah beralamat di Pondok Indah, USD 680 ribu dan EUR 1,02 juta yang dikirim ke rekening perusahaan milik Emirsyah di Singapura, dan SGD 1,2 juta untuk pelunasan Apartemen milik Emirsyah di Singapura. Untuk Hadinoto, Soetkno diduga memberi USD 2,3 juta dan EUR 477 ribu yang dikirim ke rekening Hadinoto di Singapura.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00