• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Polisi Geledah Kantor Dinkes Labuhanbatu Pasca OTT

15 August
15:53 2019
2 Votes (5)

KBRN, Medan: Tim penyidik satuan Reskrim Polres Labuhanbatu dan tim Wisdik Polda Sumatera Utara melakukan penggeledahan di kantor Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Kamis (15/8) siang. Pengeledahan sebagai pengembangan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan pemotongan Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Bantuan Operasional kesehatan (OBK) pegawai dan staf puskesman Parlayuan 13 Agustus lalu.

Penggeledahan tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jamakita Purba saat dikondirmasi RRI melalui seluler. Dikatakan Jamakita, penggeledahan masih berkaitan dengan OTT terkait dugaan pemotongan dana JKN dan BOK yang kini telah ditetapkan satu tersangka berinisial MHJ yang merupakan kepala puskesmas.

“Sekarang kita sedang lakukan pengeledahan di dinas kesehatan dan masih berlangsung. Masih terkait dengan kasus yang sama. Ini juga masih proses penyelidikan lah,” kata Jamakita.

Meski telah menetapkan kepala puskesmas sebagai tersangka, namun dikatakan Jamakita tidak tertutup kemungkinan ditetapkan tersangka lain. Termasuk pegawai atau karyawan di kantor Dinas Kesehatan Labuhanbatu.

“Ya kita kan masih menjalanakan tahapan tahapan penyelidikan kan. Dan setelah itu, kita periksa kembali. Dimungkinkan ada tersangka lain. Dimungkinkan ya,” tegasnya.

Dalam penggeledahan tersebut, pihaknya hanya mengamankan sejumlha dokumen penting untuk menguatkan penyidikan dari pengembangan kasus tersebut. Namun, sejauh ini belum ada tersangka ataupun pegawai yang turut diamankan dari kantor Dinas Kesehatan. “Ya paling nanti beberapa dokumen ktia amankan lah. Belum ada orang yang kita amankan karena butuh beberapa gelar (perkara) lagi,” akui Jamakita.

Sebelumnya, Wakil Direktur Krimsus Polda Sumut AKBP Bagus Suropratomo menjelaskan OTT yang dilakukan terhadap 7 orang pada pukul 08.00 WIB. “Ini yang melaksanakan OTT adalah unit Tipikor Satreskrim Polres Labuhanbatu. OTT Terjadi sekira pukul 08.00 WIB, pada tanggal 13 Agustus 2019,” jelas Bagus.

Dijelaskan Bagus, OTT dilakukan terkait adanya dugaan pemotongan pembagian dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 25 persen yang dibagikan kepada para pegawai puskesmas. “Perkaranya terkait dengan pembagian dana Jaminan Kesehatan Nasional dan Bantuan Operasional Kesehatan. Sementara untuk orang yang diamankan ada sekitar 7 orang terkait dengan pegawai di Puskesmas tersebut,” ucap Bagus.

Selain mengamankan 7 orang, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai dengan total senilai Rp 188.315.000. Uang ini terdiri dari dana JKN yang akan dibagikan sebesar Rp 45.080.000, dana BOK yang akan dibagikan sebesar Rp 29.435.000.

Begitu juga dari tas Kepala Puskesmas disita dana JKN dan BOK hasil pemotongan sebesar Rp 61.100.000. Serta dari rumah kepala puskesmas disita dana JKN dan BOK senilai Rp 62.750.000. Selain uang tunai juga diamankan 2 lembar daftar hadir atau nama nama pegawai/staf yang menerima dana JKN Puskesmas Parlayuan. Lalu 1 lembar daftar rekapan nama-nama penerima dana JKN yang akan dilakukan pemotongan.

“Sementara untuk barang bukti yang dapat diamankan sebanyak 188.315.000,” tegasnya

Saat ini tim penyidik telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dari tujuh orang yang sebelumnya diamanakan pada saat OTT di Puskesmas Parlayuan 13 Agustus lalu. Tersangka tersebut adalah MHJ yang merupakan kepala puskesmas Parlayuan. Sementara enam orang lainnya masih berstatus saksi. 

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Syarif Hasan Salampessy

    Redaktur Puspem LPP RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00