• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Tak Hanya Ketua, Kejaksaan Juga Diminta Tersangkakan Anggota Dewan

15 August
01:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Kalimantan Barat diminta untuk tidak hanya berhenti di Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Hadi Mulyono Upas yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus gratitifikasi dan penyalahgunaan wewenang terhadap pokok pikiran atau aspirasi dirinya sebagai anggota DPRD tahun anggaran 2017 dan 2018. Tapi juga anggota DPRD lain yang diduga terlibat.

Koordinator Laskar Kader Akar Rumput Gerindra Kalbar, Abdul Salam mengatakan, mengharapkan, Kejari Ketapang juga melakukan hal yang sama terhadap semua anggota DPRD yang diduga terlibat. Tidak terkecuali menetapkan Anggota DPRD Ketapang dari Fraksi Gerindra, Mathoji, jika dia benar-benar terlibat.

Permintaan itu dilandaskan oleh hampir semua anggota DPRD Kabupaten Ketapang periode 2014-2019 yang telah diperiksa sebagai saksi. Begitu juga dengan dinas-dinas yang diduga terkait dengan pengunaan anggaran pokok pikiran dan aspirasi DPRD anggota DPRD Ketapang.

"Seperti Mathoji anggota DPRD Kabupaten Ketapang dari Fraksi Gerindra juga sudah diperiksa sebagai saksi, dan tidak lama lagi sepertinya akan naikan statusnya sebagai tersangka juga," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (14/8/2019).

Karena itu, Laskar Kader Akar Rumput Partai Gerindra Kalimantan Barat kata dia mengapresiasi kinerja Kejari Ketapang. Meski demikian, dimintanya Kejari Ketapang untuk tetap bekerja secara marathon demi segera menetapkan status anggota DPRD Kabupaten Ketapang lainnya, utamanya yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut sebagai tersangka.

"Jangan hanya Ketua DPRD yang dijadikan tersangka saja," tekannya.

Pihaknya pun meminta semua partai politik (parpol) untuk tidak membantu dan mencoba melindungi para anggota DPRD-nya yang diduga terlibat dalam korupsi berjamaah itu. Sebab perbuatan mereka sudah merugikan negara milyaran rupiah.

"Seperti Partai Gerindra, partai yang sangat komit dan konsisten terhadap pemberantasan korupsi, diminta untuk segera tidak melantik Mathoji sebagai anggota DPRD terpilih agar nama dan marwah partai Gerindra tidak tercoreng oleh Mathoji yang kemungkinan besar akan ditetapkan sebagai tersangka," pungkasnya.

Sebelumnya, Kejari Ketapang telah menetapkan Ketua DPRD Ketapang, Hadi Mulyono Upas sebagai tersangka. Dia diduga telah menerima uang dengan total keseluruhan sebanyak Rp 4 miliar lebih.

Sebagaimana hasil penyidikan, Hadi Mulyono Upas diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 tahun 1999. Sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Foto: Antara) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00