• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Mitigasi Bencana

Banjir Bandang Namo Sigi Diduga Akibat Penebangan Liar Hutan Lindung

14 August
23:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Akibat banjir bandang yang menerjang dua dusun (Dusun 3 Sapo dan Dusun 4 Sadaunda) Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa malam, 13 Agustus 2019 kemarin, sebanyak 174 Kepala Keluarga (KK) terdampak kehilangan tempat tinggal dan harta benda lainnya.

Pasca banjir bandang, saat pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) tiba di lokasi dan membantu evakuasi warga hingga harta benda apapun yang tersisa, banyak dari warga dusun pergi ke atas bukit untuk mencari air bersih, Rabu (14/8/2019).

Akibat banjir bandang, Sungai Sadaunta yang sehari-harinya digunakan warga dusun untuk mandi, minum, cuci piring dan baju, sampai mengambil air wudhu, kini sudah keruh akibat lumpur yang dibawa banjir dari atas bukit. Ditambah lagi akar-akar pohon dan kayu-kayu gelondongan bergelimpangan, juga ikut menambah suasana tidak sedap.

Satu hal yang membingungkan adalah banyaknya kayu-kayu gelondongan dari atas bukit. Diduga kuat itu adalah hasil penebangan liar, sehingga banyak pihak terlebih NGO menduga kuat banjir bandang ini terjadi akibat mulai gundulnya hutan lindung di atas bukit. Buktinya adalah kayu-kayu gelondongan tersebut.

Sementara itu, pekerjaan tanggul penahan pada proyek Normalisasi Sungai Miu di Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tak terpengaruh banjir bandang Desa Namo. 

Proyek normalisasi yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi itu untuk mengurangi dampak erosi yang terjadi dan kerap mengakibatkan terputusnya jalan penghubung tunggal di wilayah itu.

Pada bagian lain, seperti dilansir kompas, relawan Yayasan KUN-Humanity System yang juga turun ke lokasi kejadian banjir bandang, menemukan banyak sekali tumpukan kayu lapuk serta gelondongan hasil tebangan kayu di hutan lindung yang masuk kawasan Taman Nasional Lore Lindu.

"Banjir bandang membawa lumpur serta kayu lapuk dan kayu hasil tebangan dari atas gunung yang berasal dari wilayah Taman Nasional Lore Lindu. Di Dusun 3 Sapo, ada dua unit rumah warga dan dua unit huntara (hunian sementara) yang terkena banjir bandang. Ada kayu masuk di huntara yang dibuat oleh yayasan KUN," terang Nitro Nurwan, seperti dilansir kompas, Rabu (14/8/2019).

Banjir bandang yang menghantam dua dusun Desa Namo tersebut berasal dari dua anak sungai yang berbeda. Dan banjir dinilai sangat dahsyat dan cepat arusnya karena aspal jalan di dusun Sapo dan Sadaunta sampai terkelupas akibat gesekan air beserta semua kayu bekas tebangan pohon hutan lindung dari atas bukit maupun bebatuan yang terbawa turun bersama lumpur.

Sejauh ini, banjir bandang Desa Namo tidak menelan korban jiwa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00