• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Periksa Presdir PT Angkasa Pura II, KPK Kantongi Informasi Lelang Pengadaan BHS

14 August
22:06 2019
1 Votes (3)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku mendapatkan banyak informasi soal proses lelang pengadaan baggage handling system (BHS) atau sistem penanganan bagasi di 6 bandara usai memeriksa Presiden Direktur (Presdir) PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

“Karena semestinya proses lelang dilakukan secara akuntabel sesuai dengan aturan yang berlaku di BUMN dan mekanisme kerja sama antara induk perusahaan dan anak perusahaan juga kami dalami di sini," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

KPK memeriksa Awaluddin sebagai saksi kasus dugaan suap antar-BUMN. Dalam pemeriksaan ini, KPK ingin menggali pengetahuan saksi terkait proses lelang yang dilakukan oleh induk perusahaan dan anak perusahaan itu sesuai aturan ataukah tidak.

“Kami ingin mendalami lebih rinci bagaimana proses pengadaan BHS di enam bandara yang dikelola PT Angkasa Pura tersebut," Kata Febri.

Awaluddin dicecar KPK soal proses pengadaan BHS) di 6 bandara yang dikelola PT AP II. Sebab, proses pengadaan BHS ini berkaitan PT Inti dengan anak perusahaan PT AP II.

Muhamad Awaluddin bersama 5 saksi lain yakni Munalim selaku AVP of Proc and Loc PT AP II serta 4 pejabat Operation Service Procurement Senior Officer PT AP II, yaitu Rudi Syamsudin, Irja Fuadi, Ponny Suryaningsi, dan Rusmalia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Direktur Keuangan PT Angkasa Pura Andra Y Agussalam.

Andra dijerat KPK sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, (31/7). Saat itu, Andra menjabat sebagai Direktur Keuangan PT AP II.

Dia diduga menerima suap dari Taswin Nur yang diduga KPK sebagai tangan kanan pejabat dari PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti). KPK menduga pemberian suap ke Andra itu berkaitan dengan proyek pengadaan baggage handling system (BHS) atau sistem penanganan bagasi di 6 bandara yang dikelola PT AP II.

Andra diduga menerima uang SGD 96.700 sebagai imbalan atas tindakannya 'mengawal' agar proyek BHS dikerjakan oleh PT Inti. Apabila dikurs ke dalam rupiah, nilainya kurang-lebih Rp 994 juta.

Proyek itu nantinya dioperasikan anak usaha PT AP II, yaitu PT Angkasa Pura Propertindo (APP). Nilai proyek tersebut kurang-lebih Rp 86 miliar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00