• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

DPD: Demokrasi adalah Pilihan yang Tepat di Indonesia

14 August
21:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono mengatakan Indonesia harus mengambil jalan demokrasi jika tidak ingin mendapatkan kesulitan di era reformasi untuk mendapatkan posisi atas negara-negara di dunia.

“Demokrasi itu pilihan yang tepat. Kalau Indonesia tidak mengambil jalan demokratis, maka akan jadi persoalan besar,” kata Nono Sampono dalam Dialog Kenegaraan bertajuk “Langkah Demokrasi Republik Indonesia Setelah Usia ke-74?”, di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan – Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Menurut Nono, ada lima hal besar yang harus dijalankan secara konsisten oleh bangsa Indonesia sebagai konsekuensi dari menempuh jalan demokrasi.

Pertama adalah sistem politik kita yang tadinya otoritarian (maaf orde lama dan orde baru) sekarang lebih demokrasi.

Kedua, sistem pemerintahan yang tadinya sentralisasi menjadi desentralisasi.

"Ketiga masalah ekonomi tidak lagi berbasis sumber daya alam karena makin lama masalah kita menabrak lingkungan, ekonomi kreatif jasa dan sumber daya manusia menjadi terdepan," jelasnya.

Keempat, hubungan luar negeri masa lalu Indonesia yang lebih pada “aku”, “saya”, dan “beta”, menjadi tunggal yaitu Indonesia saja dalam konteks kepentingan kawasan yaitu Indonesia dalam Asean, Indonesia dalam konteks Asia, Indonesia dalam konteks Asia Pasifik serta dunia.

"Kelima pendekatan keamanan sudah ditinggalkan karena diganti dengan mengedepankan pendekatan hukum," tuturnya.

Menurutnya, itulah lima hal besar yang sedang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nono pun mempertanyakan kalau ada kelompok-kelompok, golongan, sekelompok masyarakat yang berkehendak, misalnya, ingin kembali ke UUD 45.

“Itu suatu kemunduran dari demokrasi. Dunia sudah berbeda sekali, ambil contoh soal anggaran. Sederhana saja komponennya yaitu pendapatan domestik bruto, pajak dan pinjaman,” imbuhnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00