• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tak Boleh Hanya 3 Hari, Pasien Rawat Inap Harus Dipulangkan Setelah Layak

14 August
20:15 2019
3 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Rumah sakit (RS) yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak boleh memulangkan pasien rawat inap sebelum benar-benar layak pulang. Jika RS melakukan itu, maka mereka bisa dianggap mencurangi (fraud) perjanjian kerja sama (PKS). 

Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, sejauh ini banyak laporan masyarakat yang mengaku dipulangkan oleh pihak RS, padahal kondisi kesehatan mereka belum pulih.

"Jadi itu selalu ditanyakan kepada kami, apa betul dirawat itu hanya tiga hari," katanya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Namun demikian, ditegaskannya, berdasarkan PKS dengan BPJS Kesehatan, RS tak boleh sekalipun memulangkan pasiennya yang belum sehat, atau masih membutuhkan perawatan medis secara intensif dengan cara diinapkan. Jika tidak, maka itu bisa dianggap fraud atau curang.

"Kita bilang itu fraud, tidak benar," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengakui kalau tidak sedikit RS yang melakukan praktek curang tersebut. Hal itu karena pembayaran BPJS Kesehatan terhadap rumah sakit dilakukan secara INA-CBG's. INA-CBG's merupakan sistem pembayaran dengan sistem paket, berdasarkan penyakit yang diderita pasien. RS akan mendapatkan pembayaran berdasarkan tarif INA CBG's yang merupakan rata-rata biaya yang dihabiskan oleh untuk suatu kelompok diagnosis. 

"Karena kan pembayaran ke rumah sakit kan INA-CBG's. Ketika tiga hari biaya perawatan itu sudah mau mentok ke angka INA-CBG's, maka disuruh pulang.  Setelah itu disuruh masuk lagi," jelasnya.

Padahal, ditekankannya lagi, sebagaimana yang tercantum dalam PKS antara BPJS Kesehatan dengan pihak RS, pasien rawat inap tak boleh dipulangkan sebelum benar-benar layak pulang. Maka dari itu, dimintanya BPJS Kesehatan untuk mengambil langkah tegas terhadap RS yang nakal itu.

"Kami menuntut supaya BPJS Kesehatan turun, menjaga, kan mereka sudah punya lini pengaduan. Hal seperti ini tidak perlu lagi bila BPJS Kesehatan itu mau proaktif, mau mengawal, peserta kita ini untuk mendapatkan hak dirawat di rumah sakit dengan benar," tukasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00