• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Ini Cara Tingkatkan Produktivitas Jagung di Lahan Kering Hingga 3 Kali Lipat

14 August
19:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Situbondo: Untuk meningkatkan produktivitas jagung di lahan kering, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, memberikan pendampingan kepada para petani Situbondo.

Kata Kabid Program dan Evaluasi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Dr. Popi Rejeki Ningrum, petani perlu diberikan pendampingan untuk peningkatan produktivitas jagung. 

"Setelah kami identifikasi, ternyata imput pupuk dan air terlalu banyak. Padahal, pupuk dan air bisa diefisiensi sesuai dengan kebutuhan tanaman," katanya dalam acara temu lapang panen jagung di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Rabu (14/8/2019).

Ia mengaku mempunyai alat untuk menguji potensi lahan, untuk mengetahui kebutuhan air dan pupuk terhadap tanaman jagung di lahan kering, sehingga dengan efisiensi input serta optimalisasi penggunaan air, hasilnya bisa tiga kali lipat dari biasanya.

"Kami ambil sample tanah disini, dan kami uji lapang untuk mengetahui berapa kebutuhan tanaman dan kandungan hara yang disesuaikan dengan potensi tanaman," terangnya.

Ternyata, petani Situbondo terlalu banyak menggunakan pupuk kimia dan terlalu banyak mengairi lahannya, sehingga produktivitas jagung rendah, sedangkan modal tanamnya tinggi.

"Air itu diberikan pada saat kebutuhan tanaman fase kritis. Pupuk jangan menggunakan pestisida semua, harus 30 persen pestisida selebihnya menggunakan pupuk organik," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, Farid Kuntadi mengatakan, sangat sulit mengubah pola pikir petani yang cenderung menggunakan pestisida berlebihan. 

"Saya berharap, tekhnologi pertanian untuk tanaman jagung ini bisa diterapkan oleh petani Situbondo," ujar Farid Kuntadi.

Farid Kuntadi mengemukakan, kondisi lahan yang kering seperti halnya di Situbondo, perlu penambahan pupuk organik. Apalagi, petani sudah mendapatkan bimtek dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, cara membuat pupuk organik.

"Petani yang ikut bimtek sudah dilatih bagaimana memproses bahan baku kotoran hewan menjadi pupuk organik," katanya. 

Catatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Perkebunan, produktivitas jagung di Situbondo berkisar antara 5 sampai 6 ton per hektar. Jika petani menerapkan teknologi dari Balai Besar, maka bukan tidak mungkin produktivitas jagung meningkat hingga tiga kali lipat dari biasanya.

"Kita coba terapkan tekhnologi dari Balai Besar untuk pertama kalinya. Hasilnya, produktivitas jagung bisa mencapai 10 ton per hektar," tandas Farid Kuntadi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00