• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

PDIP Kubar Tak akan Intervensi Pembentukan Fraksi dan Unsur Pimpinan DPRD

14 August
19:05 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi pemenang dalam Pemilihan Anggota Legislatif, Pemilu serentak tahun 2019, dengan perolehan 6 kursi di DPR-D Kubar, mengalahkan Partai Politik (Parpol) lainnya, seperti Golkar, Hanura, Demokrat, dan PAN yang masing-masing memperoleh 3 Kursi. Kemudian Gerindra dan Nasdem masing-masing 2 Kursi. Serta Perindo, PKS, dan PKB masing-masing (1 Kursi).

Ketua DPC PDI-Perjuangan Kutai Barat, FX Yapan ketika dikonfirmasi awak media terkait hasil itu, Rabu (14/8/2018) mengaku bersyukur karena Partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut masih unggul di Kubar. Meskipun perolehan kursi pada Pemilu kali ini merosot dibandingkan Pemilu 2014 lalu dengan perolehan 12 Kursi.

Disinggung mengenai Pembentukan Fraksi di DPR-D Kubar, peria yang juga menjabat sebagai Bupati Kubar itu menegaskan, tidak akan mengintervensi dan siap menerima dengan tangan terbuka, jika Partai Politik lainnya yang ingin bergabung bersama PDI Perjuangan.

“Ya, kita welcome, kita terima dengan tangan terbuka, karena tidak bergabungpun kami cukup satu Fraksi, tapi kalau mereka mau bergabung monggo, silahkan dan saya tidak intervensi, silahkan mereka nanti di Fraksi masing-masing saling komunikasi. Karena kalau saya sebagai Ketua Partai tidak Intervensi malah bagus, tapi kalau saya intervensi itu bahaya. Makanya saya katakan tadi, sekarang tidak ada lagi waktu kita berbuat baik, yang berbuat baik tanggung resiko. Sekarang ini waktunya berbuat sesuai, karena kalau berbuat sesuai pasti baik, tapi kalau berbuat baik belum tentu sesuai,” tegasnya

Begitu pun terkain Unsur Pimpinan, khususnya Ketua DPRD Kubar yang menjadi jatah PDI Perjuangan. FX. Yapan mengaku, sesuai mekanisme Partai yang dipimpin Oleh Megawati Soekarno Putri tersebut, ada Tes dan Asesmen yang harus dijalani untuk menjadi seorang Ketua DPR.

Maka itu, lanjut Yapan, pihaknya pasti mengikuti mekanisme tersebut, mengirim Nama-nama calon Ketua DPRD Kutai Barat Ke-DPP PDI Perjuangan, untuk mengikuti tes dan asesmen, hingga nanti ditetapkan oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Partai.

“Jatah unsur Pimpinan, Ketuanya kami, Wakil-nya Golkar dan Hanura. Nah saya tidak tahu proses di Partai lain, tapi kalau di PDI Perjuangan, itu ada tes-nya. Jadi kita kirim tiga orang, nanti DPP yang ada asesmen tes-nya. Jadi itu transparan, terbuka, tapi tetap pakai KSP yaitu Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Kalau saya tidak bisa karena saya Bupati, berarti Sekretaris dan Bendahara,” lanjutnya.

Seperi diketahui, khusus untuk Calon Ketua DPR-D Kutai Barat. DPC PDI Perjuangan telah mengirim 3 Nama ke-Dewan Pimpinan Pusat, yakni Lusia Ipin (Sekretaris DPC), Ridwai (Bendahara DPC) dan Kadaer Senior DPC PDI Perjuangan yang sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua DPR-D Kubar, Jackson Jhon Tawi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00