• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Meminjam di 20 Fintech Bodong, Nasabah di Riau 'Gali Lubang Tutup Lubang'

14 August
18:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima pengaduan dari masyarakat Riau yang terjerat pinjaman dana online, bahkan tidak tanggung-tanggung, dalam aduan tersebut, nasabah terjerat pinjaman online di 20 financial technology atau layanan finansial berbasis teknologi non bank sekaligus.

Hal itu diakui oleh Kepala OJK Riau Yusri, Rabu (14/8/2019) di Pekanbaru.

Dia mengatakan pihaknya saat ini fokus untuk menjalankan perlindungan konsumen yang sudah menggunakan jasa fintech.
 
"Kami menerima banyak informasi pengaduan masyarakat tentang masalah dalam layanan fintech, masalah yang meresahkan masyaralat ini datangnya dari fintech ilegal," ujarnya.

Menurut Yusri, secara nasional ada sebanyak 114 perusahaan yang terdaftar sebagai fintech resmi dan diawasi oleh OJK. Namun data pihaknya juga menemukan ada lebih kurang 1.230 perusahaan fintech yang beroperasi tanpa izin alias ilegal.
 
Masalah yang dihadapi nasabah fintech seperti mendapatkan teror dari penagih atau kolektor, lalu ancaman, dan menyebarkan data pribadi nasabah, datang dari perusahaan fintech ilegal.
 
Bahkan di Pekanbaru, ada nasabah fintech yang terjerat utang dan masalah dengan 20 perusahaan fintech sekaligus.
 
"Baru sekitar pekan lalu ada pengaduan yang kami terima nasabah yang terjerat utang dengan 20 fintech, itu perusahannya ada yang legal dan ilegal. Penyebabnya karena nasabah itu gali lobang tutup lobang," katanya.
 
Artinya nasabah fintech itu menurut Yusri, meminjam pada fintech A, lalu untuk membayarnya dengan cara meminjam kepada fintech B, dan seterusnya sehingga sampai terjerat utang pada 20 perusahaan fintech.
 
Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya meminta masyarakat berhati-hati dalam mengajukan pinjaman kepada perusahaan fintech, karena ada beragam risiko yang bisa didapatkan nasabah bila telat atau gagal membayarkan utang yang sudah diajukan.
 
Selain itu, bila masalah yang dihadapi nasabah sudah masuk ranah pidana seperti mendapatkan ancaman, hal itu menjadi perhatian OJK untuk segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
 
"Kalau ada unsur pidana seperti penipuan, intimidasi dan ancaman, silahkan melaporkan masalah ke pihak berwajib yaitu kepolisian," katanya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00