• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Ingatkan Konsekuensi Bowo Sidik Pangarso Sebagai Justice Collaborator

14 August
17:01 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kabiro Humas Komisii Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menilai terdakwa Bowo Sidik Pargarso (BSP) konsisten saat menjalani persidangan di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Menurut Febri, terdakwa kasus suap dan gratifikasi itu sebelumnya telah mengajukan diri sebagai “justice collaborator”. 

Febri menjelaskan, KPK akan melihat keseriusan dan konsistensi terdakwa BSP yang memang baru hari ini menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Bowo diketahui merupakan Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) non aktif yang didakwa menerima suap dan gratifikasi. 

Febri mengatakan "indikator dipertimbangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengacu pada SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) Nomor 4 Tahun 2011, sehingga nanti akan dipertimbangkan beberapa hal yaitu bukan pelaku utama, mengakui perbuatannya, membuka peran pelaku lain yang lebih besar, dan mengembalikan aset” jelasnya di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Jaksa KPK telah mendakwa Bowo dengan sangkaan telah menerima sejumlah uang suap sebesar Rp 2,6 miliar dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Bowo juga didakwa menerima sejunlah uang suap terkait kepentingan perusahaan lain yaitu PT Ardila Insan Sejahtera (AIS). Suap yang diterima Bowo sebesar Rp 300 juta dari Lamidi Jimat sebagai Direktur Utama PT AIS.

Jaksa KPK juga mendakwa Bowo menerima gratifikasi sebesar SGD 700 ribu Dolar Singapura (SGD) dan Rp 600 juta yang diduga berkaitan dengan jabatan Bowo sebagai Anggota Komisi VI DPR RI.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00