• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Jaksa KPK Dakwa Wisnu Kuncoro Terima Suap Proyek PT. Krakatau Steel

14 August
16:24 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan mendakwa Wisnu Kuncoro, mantan Direktur Produksi dan Teknologi PT. Krakatau Steel menerima uang Rp 156 juta.

Menurut jaksa uang itu merupakan pemberian Kenneth Sutardja, Direktur Utama (Dirut) PT Grand Kertech dan Kurniawan Eddy Tjokro Direktur PT Tjokro Bersaudara.

Jaksa KPK M. Asri mengatakan “diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya” jelasnya saat membacakan surat dakwaan  di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Menurut jaksa, Wisnu menerima uang tersebut melalui perantaraan seseorang bernama Kurnia Alexander Muskitta yang didakwa secara terpisah dalam perkara ini. Uang itu diduga agar Wisnu memuluskan proyek Kenneth untuk memberikan persetujuan pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton.

Jaksa menyebut proyek itu bernilai Rp 24 miliar, uang itu diberikan  agar Wisnu Kuncoro menyetujui proyek PT Tjokro Bersaudara dalam pengadaan pembuatan dan pemasangan 2 (dua) unit Spare Bucket Wheel Stacker/Reclaimer Primary Yard dan Harbors Stockyard yang keseluruhannya bernilai Rp 13 miliar di PT Krakatau Steel.

Menurut jaksa, Alexander memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pejabat di Krakatau Steel, termasuk dengan Wisnu. Untuk memuluskan strateginya memenangi proyek boiler itu, Kenneth meminta Alexander mengenalkannya dengan Wisnu.

Jaksa menyebut Kenneth sering mendapatkan proyek dari PT Krakatau Steel atau anak perusahaan lainnya, yang nilainya miliaran rupiah. Proyek itu disebut jaksa terjadi dalam kurun 2012 hingga 2016.

Menurut jaksa, pada 2012 pekerjaan pengadaan CO2 Observer di PT KE senilai USD 6 juta, di mana Wisnu saat itu menjabat Direktur PT KDL. Tahun 2014-2015 pekerjaan subkontrak pengadaan boiler 23 ton per jam di PT Krakatau Steel senilai Rp 7 miliar, lalu tahun 2015-2016 pekerjaan pengadaan boiler 35 ton per jam senilai Rp 20 miliar.

Jaksa menjelaskan Alexander menerima uang Rp 101 juta dari Kenneth di Starbucks Bintaro serta menerima Rp 55 juta dan Rp 1,2 juta dari Eddy Tjokro. Setelah itu, Alexander bertemu dengan Wisnu Kuncoro membahas pekerjaan yang dilakukan PT Grand Kertech dan PT Tjokro Bersaudara.

Terdakwa (Wisnu Kuncoro) menerima uang tunai dalam paper bag Rp 20 juta dari Kurnia Alexander Muskitta. Beberapa saat kemudian, terdakwa dan Kurnia Alexander Muskitta bersama-sama dengan Kenneth Sutardja diamankan petugas KPK. Sedangkan Eddy Tjokro beberapa hari kemudian menyerahkan diri kepada KPK 

Jaksa kemudian mendakwa Wisnu Kuncoro bersalah karena telah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11, UU Tipikor junctoPasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00