• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kompolnas Imbau Masyarakat Melapor Kalau Ada Oknum Polri Langgar Hukum

14 August
16:40 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Masyarakat diimbau untuk melapor ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI, jika melihat ada anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang melakukan tindakan yang diduga melanggar hukum.

Komisioner Kompolnas, Benny Nurhadi mengakui kalau kinerja kepolisian memang belum bisa 100 persen sebagaimana yang diinginkan masyarakat luas. Namun, catatan dia, dari waktu ke waktu, kinerja kepolisian sudah semakin meningkat ke arah yang lebih baik.

"Memang tidak bisa tiba-tiba apa yang diharapkan masyarakat Polri harus seperti apa yang mereka ingini, tidak semudah itu. Tapi setidaknya kami melihat bahwa peningkatan dari kinerja sudah membaik dalam beberapa hal," katanya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Lebih lanjut kata Benny, sejauh ini, sebagaimana tugas mereka, Kompolnas sudah melakukan pengawasan terhadap kinerja Polri. Namun karena banyaknya anggota Polri yang harus diawasi, yakni lebih dari 450 ribu personil, mereka tetap butuh peran aktif masyarakat.

"Tentunya kita masih tetap mengharapkan masukan dari masyarakat itu sendiri. Sebagai yang langsung berhadapan dan merasakan kebutuhan kehadiran Polri itu sendiri," ujarnya.

Nah, jika mereka sudah mendapat laporan dari masyarakat, maka laporan itu akan segera ditindaklanjuti.

"Kita langsung melakukan klarifikasi ke Polda terkait. Lalu kita melihat apa yang dilaporkan ini sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau tidak. Tentunya kita tidak bekerja sendiri. Kita bekerja dengan provos nya, dari pengawasnya, seperti itu," tegasnya.

Apabila dugaan pelanggaran itu terbukti, maka menurut dia bukan tidak mungkin oknum anggota Polri itu akan dipecat. Pemecatan itu ditekankannya setelah melalui beberapa jenjang proses, misalkan peringatan dan lain sebagainya.

"Bisa (dipecat). Sampai dengan puncaknya seperti itu, sampai di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat)," pungkasnya.

Perlu diketahui, baru-baru ini ada 14 Bintara Polisi di Polda Sulawesi Tengah diberhentikan secara tidak hormat. Mereka diberhentikan karena kesalahan terkait kasus narkoba dan meninggalkan tugas.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00