• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BPTP Jatim Ingatkan Petani Soal Bahaya Hama Ulat Grayak pada Jagung

14 August
15:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Situbondo: Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur (BPTP Jatim), Dr. Chendy Tafakrusnanto, mengingatkan para petani Situbondo, untuk mewaspadai ancaman serangan organisme pengganggu tumbuhan, salah satunya hama ulat grayak pada jagung yang sudah mewabah di beberapa negara bahkan sudah mulai menyerang Aceh dan Banten.

"Hama ini akan meledak dan sangat berbahaya, bahkan bisa menurunkan produksi sampai 80 persen," ujarnya usai acara temu lapang panen jagung di Desa Kandang Kecamatan Kapongan, Situbondo, Rabu (14/8/2019).

Ia mengaku, untuk mengantisipasi meluasnya hama ulat grayak, pihaknya telah berdiskusi dengan seluruh tokoh-tokoh hama di Indonesia yang bertempat di Lampung dan menghasilkan buku panduan cara mencegah hama grayak.

"Untuk mencegah hama ulat grayak ini, yang pertama kita harus menggunakan bibit yang tersertifikasi, karena hama timbul dari bibit. Kedua, lingkungan. Jika endemik, maka harus mencegah menggunakan Biopestisida," ungkapnya.

Untuk wilayah Jawa Timur, lanjut Chendy, sampai saat ini hama ulat grayak masih belum ada, namun pihaknya terus melakukan sosialisasi pencegahan kepada para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan para petani. 

"Jawa Timur merupakan salah satu penyumbang pakan terbesar di Indonesia, jadi kita harus gencar menyosialisasikan ini, agar jika ada gejala awal, bisa segera kita atasi," terangnya.

Pantauan RRI, acara temu lapang dalam rangka panen jagung ini dihadiri oleh puluhan kelompok tani. Mereka menyampaikan keluh kesahnya kepada Kepala Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian Jawa Timur, untuk mendapatkan solusi. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00