• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menhan Sebut 3 Persen Prajurit Terpapar Radikalisme, Ini Jawaban TNI

14 August
15:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Sisriadi memastikan pihaknya akan memecat prajurit TNI yang terbukti terpapar radialisme dan tidak setuju dengan ideologi Pancasila.

Ditegaskannya, selama ini TNI selalu melakukan penelitian terhadap ideologi semua prajuritnya secara berkala. Penelitian yang merupakan bagian dari Program Sistem Pengamanan Tubuh itu dilakukan dari masa rekrutmen hingga saat seseorang telah menjadi prajurit kelak.

"Yang tujuannya adalah untuk mencegah masuknya personil-personil yang tidak Pancasilais. Atau juga untuk mencegah terpengaruh dan berubahnya keyakinan ideologi Pancasila prajurit yang sudah aktif oleh ideologi-ideologi lain. Sistem itu berlangsung berkesinambungan. Dimulai dari rekrutmen," katanya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Penelitian itu juga kata dia juga dilakukan pada prajurit yang akan naik pangkat, dan akan dipromosikan untuk menjabat jabatan strategis tertentu.

"Penelitian dilakukan secara berkala. Setiap waktu diperlukan. Misalnya ada seorang yang dicurigai terpengaruh oleh ideologi lain, atau aktif di dalam organisasi terlarang secara sembunyi-sembunyi. Tentu ini akan ditelusuri," lanjutnya.

Perlu diketahui, ideologi radikal biasanya juga dipaparkan melalui media sosial atau internet. Sisriadi mengakui kalau TNI tidak melakukan pembatasan atas penggunaan media sosial oleh semua prajurit, karena memang itu adalah hak mereka. Namun yang pasti, ditegaskannya mereka tetap memiliki rambu-rambu yang wajib dipatuhi oleh semua prajurit.

"Itu kita bentengi dengan aturan-aturan. Jadi kalau ada yang begini-begini, tindakannya begini-begini. Kalau begini tidak begini, seperti itu. Tapi kami tidak mengawasi secara elektronik tapi dalam hal-hal tertentu dengan kapasitas yang kami punya, maka itu bisa menerobos pelanggar-pelanggar," imbuhnya.

Makanya, dipastikannya kalau memang ada prajurit TNI yang terbukti terpapar paham radikalisme, dia akan ditindak tegas. Salah satunya yakni dengan memecat yang bersangkutan.

"Jadi seseorang yang tidak memenuhi syarat secara ideologis tentu akan terhambat karirnya. Kemudian kalau lebih parah lagi tentu akan dikeluarkan dari TNI," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu mengaku prihatin dengan kelompok tertentu yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi khilafah negara Islam. Bahkan, kata dia, ada kurang lebih 3 persen prajurit TNI yang terpapar paham radikalime.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00