• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Herry Optimis Ganda Putra Rebut Gelar Juara Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2019

14 August
11:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Pelatih bulutangkis ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi optimis anak asuhnya mampu meraih gelar juara pada Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2019 atau World Championships 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss pada 19-25 Agustus, mendatang. 

Seperti diketahui dalam ajang bulutangkis paling bergengsi di Dunia itu, sektor ganda putra Indonesia masih menjadi andalan untuk membawa pulang gelar juara.

Hal itu lantaran dalam ajang tersebut Indonesia menurunkan pemain ganda putra terbaiknya seperti, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Berry Angriawan/Hardianto.

Para pemain yang akan diturunkan dari sektor ganda putra itu, jelas membuat Herry optimis. Apalagi, di dua ajang besar sebelumnya yakni, Indonesia Open dan Japan Open 2019, final ganda putra berhasil mempertemukan Kevin/Marcus dengan Hendra/Ahsan. Kedua gelar tersebut akhirnya dikantongi oleh duet Kevin/Marcus.

"Seperti biasa ganda putra selalu ditargetkan untuk juara. Buat saya itu tantangan, tapi buat pemain jangan dijadikan beban. Harapannya kami bisa merebut gelar, saya selalu optimis karena hasil kemarin di dua kejuaraan besar kami bisa meraih gelar. Saya sebagai pelatih harus optimis," tutur Herry seperti dikutip situs resmi PBSI, Rabu (14/8/2019).

Akan tetapi, Herry cukup kecewa terhadap hasil pengundian kali ini. Sebab tiga ganda putra Indonesia, yaitu Kevin/Marcus, Fajar/Rian dan Hendra/Ahsan, harus saling berhadapan di paruh undian atas. Sementara Berry/Hardianto bertarung sendiri di paruh undian bawah.

Hasil itu diprediksi tidak bisa kembali mempertemukan duel Kevin/Marcus melawan Hendra/Ahsan di Final. Sebab, jika keduanya berhasil melewati lawan-lawannya, Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan akan bertemu lebih awal yaitu di babak semifinal.

"Melihat hasil draw menutup kemungkinan Indonesia buat all Indonesian final, seperti yang terjadi kemarin di Indonesia Open dan Japan Open. Karena ada tiga pasangan kumpul di undian atas. Drawnya memang sedikit kurang bagus buat kami. Tapi pemain Jepang dan Tiongkok juga sama, pemain mereka kumpul di undian bawah semua," jelasnya.

Namun, sejauh ini, Hendra/Ahsan sudah dua kali berhasil menjadi juara dunia, yaitu pada tahun 2013 dan 2015. Sementara Kevin/Marcus sejak tahun 2015 berpasangan, belum bisa meraih gelar tersebut. Untuk itu, Herry IP berharap Kevin/Marcus mampu mengontrol emosi saat bertanding di lapangan. Herry tak ingin rasa penasaran tersebut menjadi boomerang bagi pasangan nomor satu dunia tersebut.
 
“Salah satunya harus kontrol emosi mereka. Emosi ingin juaranya. Karena ini kan merupakan kejuaraan penting yang belum mereka raih. Mereka kan kepengen banget bisa menang, jadi mereka harus bisa mengontrol diri masing-masing. Sehingga targetnya bisa tercapai. Saat main juga jangan terlalu over confident, anggap saja seperti turnamen biasa. Karena ini kan capaian yang belum mereka raih. Takutnya mereka terlalu menggebu-gebu,” tuntas Herry. 

(Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00