• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Penipuan Pinjol Marak, Penyelenggara Berizin di OJK Hanya 113

14 August
08:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Sampai dengan 31 Mei 2019, total jumlah penyelenggara Financial Technologi (Fintech) yang terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) haya sebanyak 113 perusahaan. Sedangkan yang tidak resmi atau ilegal jumlahnya sangat banyak yaitu mencapai 1230.

Hal itu dikatakan oleh Kepala OJK Provinsi Riau, Yusri, dalam dialog interaktif di RRI Pekanbaru, Rabu (14/8/2019).

Dia mengatakan OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggaran fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK.

Yusri menguarikan, Pinjaman online (pinjol) dari fintech peer to peer (P2P) lending ilegal terus memangsa korban.

Kegiatan aplikasi pinjaman online ilegal itu diketahui setelah memeriksa laman dan aplikasi Google Play Store.

“Meskipun OJK sudah banyak menutup kegiatan fintech peer to peer lending tanpa izin OJK, namun tetap saja banyak aplikasi baru yang muncul pada website dan Google Playstore," ujarnya.

Pada 2018, ditemukan fintech peer to peer lending tidak berizin sebanyak 404 entitas. Adapun pada 2019 tercatat ada 683 entitas. OJK akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir website dan aplikasi tersebut. Selain itu, untuk memutus akses keuangan dari aplikasi pinjaman online ilegal, OJK sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK.

Selain itu, bank juga diminta melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan aplikasi pinjol ilegal.

"OJK juga sudah meminta Bank Indonesia untuk melarang fintech payment system memfasilitasi fintech peer to peer lending ilegal, dan menyampaikan laporan informasi kepada Polri untuk proses penegakan hukum," ungkapnya.

Sebagai bentuk pengawasan dan tanggung jawab melindungi masyarakat, OJK juga meminta masyarakat waspada dan tidak menggunakan aplikasi pinjol yang tidak berizin.

"Apabila ingin meminjam secara online, maka masyarakat harus melihat daftar aplikasi fintech peer to peer lending yang telah terdaftar di OJK pada website www.ojk.go.id,” urainya.

OJK mencatat jumlah penyaluran pinjaman online melalui Fintech tembus Rp 44,80 triliun per bulan Juni 2019, kalau dibandingkan awal tahun, maka jumlah Pinjol tercatat meroket 97,68 persen. Jumlah Pinjol tersebut mengalir ke 9.743.679 rekening peminjam (borrower) atau naik 123,51 persen.

"Akumulasi pemberi pinjaman (lender) sebanyak 498.824 rekening atau meningkat 140,39 persen, pemberi pinjaman masih terkonsentrasi di pulau Jawa," tambahnya.

Sementara itu, Ipda Rido Rinaldo dari Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Riau mengatakan masyarakat harus lebih berhati-hati karena penipuan melalui online semakin marak.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati dalam menggunakan jasa Pinjaman Online (Pinjol) atau Financial Technology (Fintech). Banyak Pinjol yang bisa ditemukan dalam bentuk aplikasi online, berstatus ilegal atau tak berizin. Namun tidak jarang pula, dengan segala kemudahannya dalam menawarkan pinjaman lunak, berakhir tidak seperti diharapkan," sarannya. (TS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00