• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Rektor UMS Tidak Sependapat dengan Wacana Impor Rektor

13 August
23:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Pemerintah mewacanakan akan mengimpor rektor untuk menaikkan ranking Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di mata dunia internasional.  

Kendatipun baru sebatas wacana, namun rencana mendatangkan rektor asing langsung mendapatkan tanggapan dari kampus Univesitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Seperti disampaikan Rektor UMS, Prof. Dr Sofyan Anif bahwa untuk menaikkan ranking suatu perguruan tinggi tidak mesti dilakukan dengan cara meng impor rektor.

Kepada RRI Prof. Dr Sofyan Anif yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar bidang manajemen pendidikan UMS itu juga menegaskan bahwa mengimpor rektor asing umtuk PTN, dinilai tidak tepat atau kurang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia.

“Saya idak sependapat, karena adanya perbedaan kultur, dimana kultur di Indonesia, orang harus ikhlas berbakti kepada negara tetapi kalau di luar negeri, kultur tersebut tidak berlaku ,” cetus Prof Dr. Sofyan Anif, Selasa (13/08/2019).

Sofyan Anif lantas mencontohkan  menjadi rektor sebuah Perguruan Tinggi di Australia memiliki gaji yang cukup tinggi.

“Kalau di luar negeri seperti di Perth Australia Barat, bahkan satu tahun sebelum pergantian, jabatan tersebut sudah dilelang atau ditawarkan, lengkap dengan gaji yang akan diterima,” ungkap Anif.

Lebih lanjut Prof. Dr. Sofyan Anif juga menandaskan sebaiknya pemerintah menambah anggaran pendidikan di Indonesia bukan mengimport rektor.

Apalagi, sejak tiga tahun terakhir ini, anggaran untuk riset para akademisi atau intelektual, justru menurun.

“Jika pemerintah bersikeras tetap melakukan impor rekpor sebaiknya tidak diposisikan sebagai rektor, melainkan sebagai pendamping atau memberikan suport kepada para pimpinan di perguruan tinggi. Hanya saja hal itu juga tidak boleh berorientasi kepada bisnis misalkan dalam hal pengajuan anggaran tetap harus disesuaikan dengan kondisi keuangan di Indonesia,” tukasnya.

Dia juga memastikan wacana itu hanya bagi PTN sementara untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) termasuk UMS Surakarta jelas tidak mungkin.

“Kalau di internal Kampus UMS jelas tidak mungkin dapat mengimpor rektor asing. Sebab semua kebijakan termasuk penunjukan rektor itu merupakan kewenangan penuh dari pihak yayasan,” pungkasnya. ().

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00