• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Akses Masuk Ke Gedung DPRD Kota Bandung Pakai Kunci Elektronik, Itu Hanya Prosedur

13 August
18:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Gedung DPRD Kota Bandung merupakan tempat “ngantor” para wakil rakyat dalam mengemban tugasnya. Siapapun boleh datang dan masuk ke gedung yang dibangun dengan uang rakyat tersebut. Namun kini, ada sedikit penjagaan ketat di gedung atau rumah rakyat itu. Setiap akses ke dalam gedung kini dipasang alat pengunci otomatis/ elektronik yang menggunakan kode (pin).

Pemandangan ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Pada periode dewan kota sebelumnya, pintu masuk selalu terbuka lebar, masyarakat hanya melapor kepada petugas keamanan yang berjaga di depan ruangan fraksi atau komisi.

Dengan adanya alat tersebut, tidak semua orang bisa masuk ke gedung itu. Pasalnya, untuk masuk ke dalamnya diperlukan sejumlah kode guna membuka pintu tersebut. Padahal, sebelumnya gedung parlemen Kota Bandung tidak begitu setertutup kali ini. Tak hanya itu, pintu lobby yang biasanya menjadi akses keluar masuk masyarakat, kali ini ditempatkan meja tamu.

Memanggapi kondisi itu, Ketua DPRD Kota Bandung sementara Yudi Cahyadi mengatakan, hanya merupakan prosedur biasa dalam pengamanan. Ia meyakinkan, DPRD Kota Bandung tidak melarang siapa saja untuk datang menemui wakil rakyat di parlemen.

“Ini demi pengamanan. Kami menjaga dari hal-hal yang tak diinginkan. Tapi, kami terbuka dengan siapapun yang akan datang ke sini,” ujar Yudi, di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (13/8/2019).

Ketika disinggung apakah pengamanan ini berhubungan dengan insiden yang sempat terjadi ketika pelantikan lalu, Yudi menyanggah hal itu. Dirinya kembali menekankan, jika ini merupakan prosedur keamanan yang biasa dilakukan.

“Bukan. Tidak ada hubungan dengan yang kemarin. Ini murni prosedur biasa,” tukas politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Sebelumnya, sempat terjadi peristiwa dua orang mahasiswa yang masuk ke ruang rapat Paripurna, saat pelantikan anggota DPRD Kota Bandung pekan lalu. Bukan hanya melakukan orasi disela acara pelantikan, mereka pun membentangkan spanduk di dalam ruangan, yang isinya beberapa tuntutan kepada para wakil rakyat baru.

“Menyampaikan aspirasi sah saja asalkan sesuai aturan yang ada, namun momennya tidak pas. Pelantikan merupakan momen yang sakral dan diamanatkan undang-undang, disitu ada pengucapan janji dan sumpah,” cetus Yudi.

Namun begitu, Yudi menyebut, persoalan itu telah beres, karena aksi terjadi ketika pelantikan telah rampung atau berada diluar acara. Terlebih, petugas kepolisian yang berjaga telah mengamankan mahasiswa bersangkutan dan membawanya keluar ruangan rapat saat itu juga.

“Sudah beres saat itu juga. Apalagi kejadiannya berlangsung ketika momen pelantikannya selesai,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00