• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

63 Karyawan akan Tempati Mess di Kawasan Pos Lintas Batas Negara Mota’ain.

13 August
17:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Atambua : Bangunan mess karyawan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota'ain di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Prvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diresmikan dan akan ditempati 63 orang Karyawan CIQ. Peresmian dilakukan oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Robert Simbolon didampingi Bupati Belu, Willybrodus Lay, ditandai dengan pengguntingan pita disaksikan sejumlah pejabat yang hadir di kawasan PLBN Mota’ain, Selasa (13/8/2019).  

Selain peresmian penggunaan mess, dilakukan juga sosialisai pengelolaan Pasar PLBN Mota'ain yang berbatasan darat langsung dengan bekas provinsi ke-27 Timor-Timur yang sekarang sekarang menjadi negara Timor Leste itu.

Dalam sambutannya, Robet Simbolon mengatakan, melalui Nawa Cita Presiden Joko Widodo, fokus mejadikan daerah perbatasan sebagai beranda depan negara. Karenanya, selain membangun pos lintas batas, pemerintah juga membangun fasilitas pendukung seperti mess dan Pasar Mota’ain.

Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya mess yang akan ditempati oleh karyawan ini, diharapkan dapat digunakan dengan baik dan menjadi penunjang dalam bekerja. Fasilitas yang ada harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Jangan gunakan mess untuk hal yang tidak baik, karena mess ada sangat reperesentatif dan lengkap.

"Ini adalah rumah negara, barang milik kita karena itu mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya, searif-arifnya. Gunakanlah mess karyawan dengan sebaik- baiknya, tinggal dengan penuh cinta. Kalau anda tidak bawa cinta, jangan tinggal di mess, karena dengan cinta anda akan tinggal nyaman. Dari 7 PLBN yang dibangun, PLBN Mota'ain merupakan percontohan dalam proses penggunaan seluruh fasilitas dan layak jadi percontohan untuk PLBN lainnya," jelasnya.

Sementara, Bupati Belu Willy Brodus Lay menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian serius kepada wilayah pebatasan. Diharapkan dengan adanya mess karyawan yang bertugas di PLBN dapat lebih meningkatkan pelayanan dalam bekerja dan menjaga fasilitas yang ada.

Bupati menambahkan, tidak saja pembangunan infrastruktur tetapi pemerintah pusat juga diharapkan memberikan perhatian kepada peningkatan sdm masyarakat perbatasan.

“Pembangunan PLBN yang bagus tidak sejalan dengan kondisi masyarakat di perbatasan terutama warga baru (eks Timor-Timur) yang mana masih tinggal di tempat tidak layak, kemudian persoalan air bersih. Selanjutnya persoalan batas negara yang dibatasi sungai berpindah masuk ke wilayah Indoneisa sekitar 50 hektare akibat terkikis air. Karena itu, dimohon perhatian serius dari pemerintah pusat,” pintanya

Kepala bidang PLBN Mota’an Tiolan Hutagalung dalam laporannya menjelaskan, mess PLBN mota’ain, terdapat dua puluh lima unit yang akan di tempati oleh karyawan, PLBN seperti bea cukai imigrasi karantina dan BNPP.

“Ada 63 karyawan yang akan menempati mess ini, dari Bea Cukai 14 orang, Imigrasi 11 orang, Karantina Kesehatan 5 orang, Karantina Ikan 3 orang, Karantina Pertanian 6 orang, dan BNPP 23 orang,” jelasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00