• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Prodi TV dan Film ISI Surakarta Putar Film 'Bintang Ketjil' Hasil Restorasi di Studio Transmart Pabelan Kartosuro

13 August
17:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Teknologi, di CGV Cinema, Transmart Pabelan, Kartasura, kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/8/2019) menggelar pemutaran film hasil restorasi berjudul Bintang Ketjil.

Pemutaran film itu dilakukan Program Studi Televisi dan Film, Institut Seni Indonesia ISI Surakarta, dengan fasilitasi dari Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dihadiri sekitar 200 penonton undangan yang rata-rata mahasiswa dan perwakilan media baik cetak dan elektronik.

“Film Bintang Ketjil, produksi tahun 1963 adalah film besutan maestro Film Wim Umboh dan Misbach Yusra Biran, bercerita tentang petualangan anak-anak menuju Kebun Binatang, setelah sebelumnya selalu kecewa karena janji orang tuanya untuk berkunjung ke kebun binatang tak pernah ditepati,” ungkap Sri Wastiwi Setyowati Ketua Jurusan Seni Media rekam ISI Surakarta kepada RRI di Studio Transmart.

Menurutnya, Bintang Ketjil adalah film ke 2 yang telah direstorasi Pusbang Film setelah sebelumnya telah merestorasi film Pagar Kawat Berduri, yang  pada bulan April lalu telah diputar oleh Prodi Televisi dan Film di tempat yang sama. Restorasi Film Indonesia telah dilakukan tahun 2012, diantaranya film Lewat Jam Malam (karya Usmar Ismail tahun 1954) yang dilakukan oleh Museum Nasional Singapura.

“Ya, sejak tahun 2016 Pusbang Film memiliki program merestorasi film-film Indonesia, hal ini menggembirakan karena dalam proses ini ternyata menunjukkan bahwa negara berperan dan memberi ruang bagi putra bangsa, melalui teknologi restorasi film yang rumit, untuk dapat berpartisipasi menyelamatkan aset kesejarahan, dalam hal ini aset perfilman,” cetus Sri Wastiwi.

Lebih lanjut dikatakan, Pusbang Film sendiri, dalam hal restorasi film lebih memprioritaskan restorasi pada film-film yang sudah mengalami kerusakan yang berat.

Untuk itu, pemutaran film Bintang Kecil kali ini didedikasikan pada tema kebangkitan teknologi dalam partisipasinya membentuk jati diri bangsa Indonesia.

“Media Film itu tidak pernah lepas dari teknologi, dan seringkali lupa apa yang hadir di layar adalah salah satu hasil purwarupa teknologi itu sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, kegiatan restorasi itu juga menyadarkan, bahwa besar sekali manfaat teknologi dalam pelestarian karya cipta manusia dalam bentuk film.

Selain pemutaran film, dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan diskusi dan sosialisasi restorasi film di Indonesia dengan mendatangkan nara sumber Lintang Gitomartoyo(pelaku restorasi film), Rizka Fitri Akbar (PT. Render Digital Indonesia) serta Nana Awaludin (pemain film Bintang Ketjil.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00