• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Hindari Resiko Gangguan Jantung Saat Olahraga Lari, Ini Tipsnya

13 August
17:31 2019
1 Votes (5)

KBRN, Singaraja : Beberapa pelaksanaan lomba lari marathon di tanah air, sempat diwarnai insiden kematian, di antaranya 1 orang meninggal usai mengikuti full marathon pada event “Borobudur Marathon 2018”, 1 orang juga meninggal saat “Bali Marathon 2018” dan baru-baru ini 2 peserta “Surabaya Marathon 2019” tumbang saat mengikuti nomor lari 10 Km. 

Kejadian tersebut menggugah kalangan akademisi, khususnya Fakultas Kedokteran Undiksha Singaraja, untuk memberikan pemahaman tentang berolahraga yang baik dan benar kepada para pecinta olahraga lari di Bali Utara, melalui Pengabdian Pada Masyarakat (P2M).

Ketua Panitia P2M Fakultas Kedokteran Undiksha, dr. Putu Adi Suputra, Senin (12/8/2019) malam di Singaraja mengatakan, materi Penyusunan Program Latihan Fisik Bagi Komunitas Lari Kabupaten Buleleng, bertujuan memberikan pemahaman teknik berolahraga yang tepat, untuk kemudian diketoktularkan kepada masyarakat luas.

“Kenapa saya tertarik di komunitas lari, karena komunitas itu kan mewakili dari para remaja, atau mungkin orang tua yang memang dia konsennya itu untuk lari dan untuk mencari sehat. Dari sana mungkin bisa itu dikembangkan, memberikan informasi kepada masyarakat lain, seperti apa lari yang baik,” jelasnya.

Dalam penyampaian materi penyusunan program latihan fisik, Dr. dr. Made Budiawan mengungkapkan, event marathon biasanya diikuti para pelari rekreasi yang umumnya menjadikan marathon sebagai target utama. Faktanya, mayoritas pelari marathon rekreasi adalah kategori orang-orang sibuk, sehingga tidak melakukan program latihan yang teratur. Tidak hanya itu, mereka juga umumnya memulai lari pada umur yang tak lagi muda.

Kondisi tersebut, ungkap dr. Budiawan cenderung menimbulkan cedera bahkan hingga kejadian fatal saat menempuh lari jarak jauh, yang salah satunya disebabkan penebalan pada otot jantung. Untuk itu Ia menyarankan beberapa persiapan sebelum mengikuti lari marathon, diantaranya berlatih sesuai dosis yang tepat, latihan meliputi komponen kekuatan, kecepatan dan daya tahan, peka terhadap sinyal yang dikirim tubuh, serta senantiasa memberikan peluang tubuh untuk beristirahat dan pemulihan disertai asupan nutrisi seimbang.

“Olahraga sesungguhnya kan kalau dilakukan dengan betul itu akan mendatangkan manfaat. Sehingga kalau olahraga itu tidak dilakukan dengan cara-cara yang benar, maka olahraga justru mendatangkan mudarat, artinya justru bisa merusak, justru bahkan ada dampak negatif. Sehingga pesan saya sih, kata kuncinya adalah olahraga baru bermanfaat kalau dilakukan dengan baik, dengan benar, terukur dan teratur,” ungkapnya.     

Pengabdian Pada Masyarakat Fakultas Kedokteran Undiksha Singaraja dengan Topik Penyusunan Program Latihan Fisik Bagi Komunitas Lari, diikuti kurang lebih 40 peserta dari Komunitas Singa Run (Singaraja Runner) dan Sparko Buleleng. Setelah menyimak materi dari dr. Made Budiawan, sebagian besar peserta mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat dan menunjang program latihan mereka. 

“Sangat bermanfaat dan ada beberapa hal baru yang belum diketahui. Jadi tadi ada beberapa pengetahuan yang bisa saya terima,jadi kedepannya harus bisa lebih baik dalam berlari tentunya. Materi seperti penguatan, kecepatan dan daya tahan tubuh, mungkin hal seperti itu belum pernah, jarang dilakukan,” ucap Dewa, salah satu peserta dari Sparko.

Hal senada diakui, Arya Dharma dari komunitas Singa Run yang beberapa waktu lalu sempat mengikuti charity run Berlari 150 KM Demi Anak Negeri yang dihelat SOS Children’s Villages Indonesia. Saat menempuh rute ultra marathon 157 KM dari Denpasar menuju Selemadeg, Tabanan melintasi Singaraja, Ia sempat mengalami cedera dan menyerah di perjalanan 90 KM. 

“Mungkin di latihan untuk lebih teratur lagi, mungkin di nutrisi juga. Banyak hal yang bisa didapat hari ini, masalah program dan nutrisi itu yang lebih penting lagi. Selama ini yang terlewatkan masalah denyut jantung, kemarin latihannya agak nge-push, sekarang mungkin lebih melihat dan mengatur denyut jantung. Recovery dan nutrisi juga, karena kemarin tidak cukup, hanya istirahat, sedikit istirahat,” pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00