• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Geledah 3 Lokasi Terkait Suap Dana Perimbangan Dumai Riau

13 August
16:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah 3 lokasi terkait dengan dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Tim KPK lakukan penggeledahan di 3 lokasi di Dumai, yaitu Kantor Dinas Kesehatan Kota Dumai, Kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Dumai, Rumah Dinas Walikota Dumai.

"Dari lokasi diamankan sejumlah dokumen terkait lelang proyek-proyek di Kota Dumai yang berasal dari alokasi dana perimbangan keuangan daerah." kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (13/8/2019).

Sebelumnya KPK menetapkan Wali Kota Dumai 2016-2021 Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain ditetapkan sebagai tersangka dalam pengurusan anggaran DAK, KPK juga menetapkan Zulkifli sebagai tersanga penerimaan gratifikasi terkait jabatannya.

KPK menduga ZAS (Zulkifli Adnan Singkah) memberi uang total sebesar Rp550 juta kepada Yaya Purnomo, dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai.

Sedangkan pada Perkara Gratifikasi, Tersangka ZAS diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Kasus ini merupakan pengembangan ketiga dari Dugaan Suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 yang diawali dengan OTT pada Jumat, 4 Mei 2018 di Jakarta.

Dalam pokok perkara dan dua pengembangan yang telah dilakukan, KPK telah memproses 7 orang yang terdiri dari unsur Anggota DPR-RI, Kepala Daerah, Pejabat di Kementerian Keuangan RI, dan Swasta.

Dalam pokok perkara yang diawali dengan tangkap tangan, KPK mengamankan uang Rp400 juta dan menetapkan 4 orang tersangka yaitu
a. AMS (Amin santono) Anggota Komisi XI DPR RI)
b. EKK (Eka Kamaluddin) Swasta/perantara
C. YP (Yaya Purnomo) Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangand. AG (Ahmad Ghiast) Swasta/kontraktor Empat orang ini telah divonis bersalah di di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat.

Dalam pengembangan berikutnya, KPK melakukan penyidikan untuk dugaan korupsi terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua dan Kota Tasik Malaya. Dalam kedua penyidikan tersebut 3 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam perkara DAK Pemkot Dumai, KPK menduga Zulkifli bertemu dengan Yaya Purnomo. Dalam pertemuan itu, Zulkifli meminta bantuan untuk mengawal proses pengusulan DAK Pemerintah Kota Dumai. Dan pada pertemuan lain disanggupi oleh Yaya Purnomo dengan fee 2%.

Kemudian pada Mei 2017, Pemerintah Kota Dumai mengajukan pengurusan DAK kurang bayar Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 22 miliar. Dalam APBN Perubahan Tahun 2017, Kota Dumai mendapat tambahan anggaran sebesar Rp22,3 miliar. Tambahan ini disebut sebagai penyelesaian DAK Fisik 2016 yang dianggarkan untuk kegiatan bidang pendidikan dan infrastruktur jalan.

Masih pada bulan yang sama, Pemerintah Kota Dumai mengajukan usulan DAK untuk Tahun Anggaran 2018 kepada Kementerian Keuangan. Beberapa bidang yang diajukan antara lain RS rujukan, jalan, perumahan dan permukinam, air minum, sanitasi, dan pendidikan.

Zulkifli kembali bertemu dengan Yaya Purnomo membahas pengajuan DAK Kota Dumai tersebut yang kemudian disanggupi untuk mengurus pengajuan DAK TA 2018 kota Dumai, yaitu: untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah dengan alokasi Rp20 miliar, dan pembangunan jalan sebesar Rp19 miliar.

Untuk memenuhi fee terkait dengan bantuan pengamanan usulan DAK Kota Dumai kepada Yaya Purnomo, Zulkifli memerintahkan untuk mengumpulkan uang dari pihak swasta yang menjadi rekanan proyek di Pemerintah Kota Dumai.

Sedangkan untuk Perkara Kedua, KPK menduga Zulkifli menerima gratifikasi baik berupa uang dan fasilitas kamar hotel di Jakarta dari pihak pengusaha yang mengerjakan proyek di Kota Dumai.

Penerimaan gratitikasi diduga terjadi dalam rentang waktu November 2017 dan Januari 2018.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00