• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

JPU KPK Serahkan Dakwaan Bowo Sidik ke Pengadilan

13 August
15:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serahkan berkas perkara dengan terdakwa anggota DPR RI nonaktif Bowo Sidik P dalam kasus suap bidang pelayaran antara PT. Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT. HTK (Humpuss Transportasi Kimia) dan penerimaan lain (Gratifikasi) segera menjalani persidangan.

Berkas diserahkan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat. Direncanakan sidang persana terkait perkara ini akan dilakukan Rabu (14/8/2019) besok. 

"JPU KPK telah menyerahkan berkas perkara dengan terdakwa Bowo Sidik P ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat. Sesuai agenda dari pihak pengadilan, direncanakan persidangan perdana akan dilakukan besok Rabu, 14 Agustus 2018. JPU KPK akan membacakan Dakwaan dugaan suap dan gratifikasi terhadap yang bersangkutan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Selasa (13/8/2019).

Selain itu terkait Gratifikasi, KPK juga pernah melakukan penggeledahan di ruang kerja Mendag Enggartiasto Lukita. Dari ruang Mendag, KPK menyita sejumlah dokumen termasuk dokumen terkait Peraturan Menteri Perdagangan tentang gula rafinasi dan barang bukti lainnya. KPK juga pernah menggeledah rumah Enggartiasto, namun tak menyita apapun.

Dalam kasus suap KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiga orang tersebut adalah Bowo Sidik Pangarso selaku Anggota DPR 2014-2019 dan lndung selaku pihak swasta yang diduga sebagai tersangka penerima suap, serta Asty Winasti selaku Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia yang diduga sebagai tersangka pemberi suap.

KPK Menduga Bowo menerima uang total Rp 1,2 miliar dari Manager Marketing PT HTK Asty Winasti untuk membantu perusahaan kapal tersebut memperoleh kontrak pengangkutan pupuk.

Namun, KPK menduga Bowo Sidik tak cuma menerima uang dari satu sumber, KPK juga mendapatkan bukti telah terjadi penerimaan lain terkait jabatan Bowo Sidik, selaku anggota DPR RI.

Dalam proses pemeriksaan Bowo menceritakan bahwa uang tersebut kemudian menjadi bagian dari duit Rp 8 miliar yang dimasukan Bowo ke dalam 400 ribu amplop untuk serangan fajar.

Selain itu terkait Gratifikasi, KPK juga pernah melakukan penggeledahan di ruang kerja Mendag Enggartiasto Lukita. Dari ruang Mendag, KPK menyita sejumlah dokumen termasuk dokumen terkait Peraturan Menteri Perdagangan tentang gula rafinasi dan barang bukti lainnya. KPK juga pernah menggeledah rumah Enggartiasto, namun tak menyita apapun.

Dalam sebuah kabar nasional yang informasinya diperoleh dari pihak internal KPK anggota DPR Bowo Sidik Pangarso dalam proses pemeriksaan mengaku mendapatkan uang dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebanyak Rp 2 miliar dalam pecahan dolar Singapura.

Kepada penyidik saat diperiksa, Bowo uang Rp 2 Miliar itu diterima dari Enggartiasto agar dia mengamankan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas, yang akan berlaku akhir Juni 2017. Saat itu Bowo merupakan pimpinan Komisi VI DPR yang salah satunya bermitra dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara. Peraturan ini sempat menuai polemik lantaran dianggap mempersulit industri kecil dan menengah dalam mendapatkan gula kristal rafinasi.
 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00