• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

KPK Geledah Tiga Lokasi, Diduga Terkait Suap Rencana Impor Bawang Putih

12 August
18:36 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini masih melakukan kegiatan penggeledahan terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap rencana impor bawang putih. KPK memastikan sedikitnya ada 3 lokasi yang digeledah terkait pengembangan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebelumnya yang dikakukan KPK di Jakarta.

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Chrystelina kepada wartawan di Jakarta menjelaskan ketiga lokasi yang digeledah KPK diantaranya Gedung Dewan Perwakilan Rajyat (DPR), Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kantor Kementerian Pertanian (Kementan).

Crystelina mengatakan, “Hari ini dilakukan penggeledahan, masing-masing ruang kerja Anggota DPR RI  I Nyoman Dhamantra, ruang kerja Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI dan ruang kerja Dirjen Holtikultura Kementan RI, hingga saat ini proses penggeledahan masih terus berlangsung, sejumlah dokumen diduga terkait rencana impor bawang putih disita KPK,” jelasnya di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Kasus dugaan suap rencana impor bawang putih ini terungkap saat KPK menggelar kegiatan penindakan di lapangan atau yang dikenal dengab OTT yang dialkukan sejak 7 hingga 8 Agustus 2019. Awalnya ada 13 orang yang diamankan, namun setelah dikakukan pemeriksaan selama 1X24 jam, ternyata hanya 6 orang yang ditetapkan penyidik KPK sebagai tersangka.

Tiga orang tersangka ditetapkan sebegai pihak pember suap atau penyuap, masing-masing CSU alias Afung (Chandry Suanda) swasta, selenjutnya DDW (Doddy Wahyudi) dan ZFK (Zulfikar) swasta. 

Sedangkan 3 orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, masing-masing INY (I Nyoman Dhamantra) Anggota DPR 2014 hingga 2019, kemudian MBS (Mirawati Basri) orang kepercayaan INY dan ELV (Elviyanto) swasta.

Penyidik KPK meyakini, tersangka I Nyoman Dhamantra diduga meminta sejumlah “commitment fee” hingga Rp 3,6 miliar. KPK menduga tersangka INY meminta  bagian sebesar 1.700 hingga 1.800 setiap kilogram terkait rencana impor bawang putih jika nantinya disetujui DPR.

KPK kemudian berhasil menyita bukti transfer uang setara Rp 2 miliar namun dalam pecahan Dolar Amerika (USD). Uang suap itu diduga berkaitan dengan pengurusan perizinan kuota impor 20 ribu ton bawang putih. KPK akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini.




tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00