• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Mahasiswa Diminta Melek Financial Technology

12 August
15:55 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama OJK menggelar seminar nasional bertajuk "Mengenal Otoritas Jasa Keuangan Dalam Fungsi dan Kewenangannya". Seminar nasional yang diadakan di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar itu diikuti ratusan mahasiswa.

Tampil sebagai pembicara, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, dan Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional VIII Bali - Nusa Tenggara, I Nyoman Hermanto Darmawan. Selain itu hadir dalam kesempatan ini Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, dan Ketua STIMI Handayani Denpasar, Ida Bagus Gede Udiyana.

Rai Wirajaya ketika ditemui wartawan menjelaskan, seminar ini untuk memperkenalkan fungsi dan tugas Otoritas Jasa Keuangan kepada para civitas akademika. Tidak sebatas tugas, kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan terhadap kemajuan sektor keuangan. Salah satu kemajuan ditunjukkan dengan makin bertumbuhnya perusahaan financial technology (fintech). 

"Sangat penting sekali (mahasiswa melek fintech). Karena perkembangan teknologi semakin cepat sekali. Tanpa hari, tiap menitpun bisa berubah. Nah ini tentunya harus dipahami bersama-sama, bagaimana juga memahami financial technology. Cuma hati-hati juga, ada banyak sekarang yang beredar yang bodong (ilegal), fintech-fintech yang bodong," ucapnya disela-sela seminar nasional bertajuk "Mengenal Otoritas Jasa Keuangan Dalam Fungsi dan Kewenangannya" di Aula STIMI Handayani Denpasar, Senin (12/8/2019).

"Nah ini harus diwaspadai. Jangan sampai kita sudah baik-baik meminjam sesuatu ke fintech, ternyata itu fintech bodong, kita jadi terkena imbas, menyebar keseluruh dunia. Karena melalui teknologi inilah disebarkan pinjaman yang kecil, tetapi akhirnya kita dijatuhkan dengan hal-hal semacam tagihan yang merepotkan," imbuhnya. 

Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional VIII Bali - Nusa Tenggara, I Nyoman Hermanto Darmawan pada kesempatan itu meminta mahasiswa lebih waspada dalam menyikapi kemajuan sektor keuangan. Kewaspadaan yang dimaksud dalam konteks pemanfaatan fasilitas yang ditawarkan perusahaan fintech, dan ketika memutuskan untuk berinvestasi. 

"Secara detail kami akan menginformasikan bagaimana ciri-ciri fintech yang benar. Kemudian bagaimana mengamankan data kita, supaya kita tidak dalam tanda kutip tertipu oleh fintech. Kami sudah beberapa kali bekerjasama dengan Bli Gung Rai (I Gusti Agung Rai Wirajaya) dari DPR RI, melakukan sosialisasi terkait dengan fintech, maupun satgas waspada investasi," tukasnya. 

"Karena kami sadari teman-teman mahasiswa ini akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Jadi teman-teman perlu tahu bagaimana cara untuk mengelola data, informasi yang mereka miliki. Kemudian bagaimana menggunakan data-data tersebut untuk kemajuan perekonomian," tambahnya. 

Hermanto Darmawan menyebut, perkembangan fintech menyisakan dua persoalan krusial. Persoalan krusial itu meliputi bunga yang cenderung mencekik, dan jaminan kerahasiaan identitas debitur (peminjam). Menyikapi itu, OJK meminta masyarakat lebih jeli sebelum memutuskan menjadi nasabah perusahaan fintech.

Ia menyebut, perusahaan fintech pada hakekatnya memiliki kesamaan dengan lembaga pembiayaan lain yang bersifat konvensional. Perusahaan fintech juga dikatakan memiliki ketentuan besaran bunga, dan denda keterlambatan pembayaran.

"Sebenarnya itu mirip dengan kredit biasa, mereka memiliki ketentuan terkait dengan bunga. Ada yang bunga berbunga, ada yang hanya bunga saja, kemudian ada denda dan sebagainya. Itu yang perlu kami informasikan kepada teman-teman-teman mahasiswa termasuk dengan masyarakat. Tolong dibaca ketentuan pada saat menerima pinjaman tersebut. Kadangkala kita terpaku dengan jumlahnya saja, tanpa melihat bahwa ada persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh peminjam. Itu yang perlu diedukasi kepada masyarakat termasuk rekan-rekan mahasiswa," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00