• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Megawati Minta Jatah Menteri, Demokrat: Hal yang Wajar

12 August
10:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat, Imelda Sari menilai cara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri meminta jatah menteri adalah hal yang wajar.

"Kalau saya liat memang Ibu Mega sebagai partai pengusung utama tentu ingin mendapatkan lebih banyak itu adalah suatu hal kewajaran," jelasnya kepada RRI, Senin (12/8/2019).

Menurutnya meminta secara blak-blakan merupakan cara yang baru. Sebab pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ada yang meminta secara terbuka seperti yang dilakukan Megawati Soekarnoputri.

"Menurut saya itu cara yang baru untuk meminta posisi menteri karena di masa pemerintahan SBY selama 10 tahun percis tidak ada yang secara terbuka partai yang meminta secara terbuka kepada seorang calon Presiden terpilih," ungkapnya.

"Yang kami lihat adalah, karena secara terbuka disampaikannya ini dengan cara yang lain dan tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh parpol pengusung di 2009 atau 2004 yang kemudian meminta langsung kepada Presiden terpilih," tambahnya.

Permintaan Megawati pada saat Kongres ke V PDIP  di Bali tersebut, katanya, menjadi kejutan bagi semuanya. Sebab yang disampaikan Ketua PDI-P tersebut membuat semua pihak terkejut.

"Kongres itu memang untuk internal partai dan biasanya untuk memberikan semangat untuk para kadernya. Tapi memang, yang agak membuat surprise adalah ketika secara terbuka dalam kongres itu Ibu Mega menyampaikan permohonan untuk menteri di kabinet mendatang lebih dari 4," tutupnya.

Sebelumnya, Megawati menagih janji jatah menteri PDI-P kepada Jokowi. Menurut Mega, PDI-P layak mendapatkan jatah menteri terbanyak mengingat PDIP berturut-turut sudah menang dua periode.

"Orang kita pemenang dua kali. Betul tidak? Lha iyalah. Jangan nanti, "Ibu Mega, saya kira karena PDI sudah banyak kemenangan, sudah di DPR, nanti saya kasih empat ya". Emoh, tidak mau," ucap Megawati.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00