• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Ini Pendapat Haedar Nashir Soal Isu 'Penumpang Gelap' Partai Gerindra

12 August
07:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menyikapi dinamika politik soal 'penumpang gelap' di tubuh Partai Gerindra, Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengutarakan pendapat pribadinya.

Setelah dua dasawarsa usia demokrasi di bumi Indonesia pasca reformasi, artinya demokrasi Indonesia menjadi semakin terbuka, tambah cerdas, kemudian muncul check and balances. Namun tetap pragmatika berpolitik menjadi bumbu sedap.

Oleh karena itu, Haedar menilai, dalam politik pragmatis itu biasa saling tumpang menumpangi, akan tetapi poin utama yang harus diperhatikan adalah, pertama, silakan berpolitik tapi dengan menjunjung tinggi sistem yang ada, berlaku, atau disepakati bersama.

"Itu yang paling penting, baik itu sistem politik yang berlaku sampai sistem di masing-masing partai," ujar Haedar Nashir kepada wartawan, usai menjadi Khatib Salat Idul Adha di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (11/8/2019).

Hal kedua yang harus diperhatikan menurut Haedar adalah, bahwa politik itu baik jika ada etika. Karena etika berpolitik itu di mana saja harus jadi acuan bagi setiap elite.

Ketiga, atau yang terakhir dari Haedar, bahwa politik itu harus produktif menghasilkan agregasi kepentingan untuk masyarakat sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat. Intinya apa? Baik internal partai, sesama, maupun antar partai, jangan melulu sibuk masalah politik praktis yang mengacu pada kekuasaan.

"(Utamakan) Bagaimana politik harus menjadi alat memajukan Indonesia lebih sejahtera dan jauh lebih baik," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00