• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Megawati Tangkap Tangan Praktik Joki Kongres V PDI Perjuangan

9 August
22:46 2019
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Dalam Kongres V PDI Perjuangan hari ini, dikabarkan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan menangkap tangan tiga kadernya yang diduga menggunakan jasa joki untuk mengikuti Kongres V PDIP di Grand Inna Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (9/8/2019).

Tidak ada yang menyangka, Megawati sendiri memantau perjalanan para peserta Kongres sejak Senin, 5 Agustus 2019 lalu. Akhirnya, saat diperiksa ulang hari ini, terungkaplah 3 (tiga) orang yakni seorang Ketua DPC di Kalimantan Selatan berinisial HMRJ, seorang Ketua DPC dari Provinsi Jambi berinisial AKM, serta seorang Bendahara DPC dari Kalimantan Timur berinisial RSD.

Menurut sumber RRI di Kongres PDIP, ketiga oknum pengurus DPC yang diduga menggunakan jasa joki tersebut langsung dipulangkan dari Bali menuju daerahnya masing-masing.

"Langsung dikawal pulang ke bandara. Itu gara-gara pakai joki, menyuruh orang lain hadir menggunakan ID Card milik mereka. Ketahuan waktu Bu Mega cek langsung di ruang forum," terang sumber RRI berinisial TSD melalui pesan WhatsApp, Jumat (9/8/2019).

Menurut TSD, mereka dinilai sudah keterlaluan, karena untuk menjadi Ketua DPC di PDIP itu sulit sekali, tapi untuk Kongres saja tidak mau hadir, malah melanggar tata tertib dengan cara menggunakan joki.

"Sepertinya dibebastugaskan," imbuh TSD.

Sebelumnya, dua jam lalu, diberitakan melalui media online lainnya bahwa sebanyak 60 peserta Kongres V PDI Perjuangan diberikan sanksi akibat tertangkap tangan menggunakan tanda pengenal orang lain.

"Betul, ada sekitar 60 orang tidak disipilin mengikuti jadwal acara Kongres, baik sidang komisi maupun paripurna. Ketahuan tanda (ID Card) yang dipakai berbeda dengan wajah orangnya. Langsung dicabut oleh pecalang (keamanan Desa Adat di Bali)," terang Ketua Panitia Pelaksana Kongres V PDIP Wayan Koster di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Jumat (9/8/2019).

Tapi di antara 60 orang tersebut, kata Koster, ada tiga orang yang mendapatkan sanksi dibebastugaskan atau dicopot dari jabatannya di DPC masing-masing karena masuk kategori pelanggaran berat. Yang bersangkutan dinilai mencontohkan hal buruk karena menduduki jabatan Ketua dan Bendahara DPC dari Provinsi Kalimantan dan Jambi.

"Dari 60 orang, tiga di antaranya masuk kategori (pelanggaran) berat, jadi langsung dibebastugaskan. Bukan dipecat, dibebastugaskan dari tugas masing-masing di DPC-nya," tegas Koster.

Menurut Koster, para kader memang diharuskan disiplin menjalankan tugas-tugas kepartaian, salah satunya adalah Kongres. Hal ini sudah diarahkan langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang meminta agar para kader tertib mengikuti Kongres. Hal itu sudah disampaikan sejak perhelatan Malam Budaya pada 7 Agustus 2019 lalu.

"Ini Kongres, datang ke Bali mengikuti arahan Ibu Ketua Umum, datang ke acara Kongres, bukan acara santai-santai. Jadi harus tertib, dan itu sudah disampaikan pada saat acara Malam Budaya," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00