• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahasiswa UMM Ciptakan Pupuk Organik dari Urine Sapi

8 August
19:06 2019
1 Votes (4)

KBRN, Malang: Sebagian petani di wilayah Malang kini kerap menggunakan pupuk anorganik secara berlebihan. Padahal, penggunaan pupuk berbahan kiam tersebut rentan mencemari lingkungan. Hal itulah yang membuat sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam KKN 127 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi baru berupa pupuk organik cair berasal dari urine sapi atau POCUS.

Selain untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik, temuan ini juga diharapkan bisa berkontribusi terhadap produktivitas petani, khususnya yang berada di kawasan Desa Siduluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Lawang

Ahmad, koordinator Divisi Ekonomi dan Kewirausahaan KKN 127 UMM mengungkapkan, proses pembutan pupuk tersebut sangatlah mudah dan tidak memakan banyak waktu.

“Pembuatan pupuk organik cair ini kita lakukan kurang lebih selama satu minggu. Itu juga sudah termasuk pra proses pembuatan hingga proses akhir,” ujarnya, Kamis (8/8/2019).

Menurutnya, pupuk cair ini dibuat dengan memanfaatkan limbah peternakan (urine sapi). Proses pembuatan POCUS dimulai dari tanggal 21 Juli 2019 dengan tahapan awal, yakni menampung urine sapi. 

"Untuk alat dan bahan sudah dipikirkan dengan sangat matang sehingga mempermudah proses pembuatannya. Bahan yang digunakan yaitu urine sapi, gula tetes, dan nanas," ungkap dia.

"Fungsi nanas disini untuk memberikan aroma wangi pada pupuk tersebut. Dengan demikian bau menyengat dari urine sapi akan hilang," imbuh Ahmad.  

Uniknya lagi, selama ini tidak banyak pupuk organik cair yang memiliki aroma buah-buahan. Hal ini, masih kata Ahmad, dapat menjadi nilai tambah dalam
pemasaran POCUS. 
"Rencananya, pupuk ini akan kami jual dengan harga yang sangat terjangkau," tukasnya.

Ahmad menambahkan, temuan ini tak lepas dari bantuan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rahayu, dan perangkat desa Sidoluhur. 
"Semoga temuan kami ini bermanfaat bagi banyak masyarakat. Terlebih lagi, UPT Penyuluhan Pertanian Lawang juga turut mendukung mengenalkan produk kepada masyarakat Desa Sidoluhur khususnya kepada petani," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00