• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Haji 2019

Ini Penjelasan Menag Terkait 520 Kuota Haji Indonesia Tak Terpakai

7 August
17:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Makkah : Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengklarifikasi soal adanya kuota haji yang tak terpakai. Menurutnya,  hal itu terjadi karena calon jamaah yang tak memanfaatkan kuota haji miliknya secara mendadak, yakni jelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Dicontohkannya, pada tahun ini diketahui terdapat 520 kuota haji yang tak terpakai. Lukman menuturkan, angka tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, pada tahun ini terdapat tambahan sebanyak 10 ribu kuota haji menjelang awal penyelenggaraan haji.

"Sebenarnya angka 520 (kursi) ini angka terkecil dibanding tahun sebelumnya.  Apalagi, kalau melihat tambahan 10 ribu kota di last minutes yang membutuhkan persiapan dan sangat kompleks,"kata Menag Lukman Rabu (7/8/2019).

Ditambahkannya, dalam penyerapan kuota haji selalu ada kasus di mana sejumlah calon jamaah haji membatalkan keberangkatan ke Tanah Suci. Ada beberapa faktor. Misalnya, calon jamaah yang bersangkutan meninggal dunia, sakit yang tidak memungkinkannya perjalanan jauh, atau calon jamaah itu sendiri yang merasa tidak siap berangkat pada tahun ini sehingga lebih memilih menunda hingga tahun depan.

Karena itu, pihaknya melalui kantor-kantor cabang di setiap provinsi, selalu menerapkan cadangan lima persen untuk jamaah yang tak jadi berangkat. Hal ini menurut Menag sangat berguna ketika terjadi penambahan mendadak semisal 10 ribu jamaah pada April 2019 lalu.

Selain itu, Lukman menggarisbawahi bahwa kuota yang tak terpakai di suatu provinsi tidak bisa kemudian dilimpahkan ke provinsi lainnya.

"Tak bisa dilempar ke provinsi lain yang embarkasinya berbeda-beda. Misalnya Aceh dan Makassar tak sama biayanya,"ujarnya.

Sebelumnya,  Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyayangkan adanya kuota jamaah haji yang tidak terpakai setiap tahun. Hal itu dia ketahui dari sistem e-hajj terkini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00