• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

dr. Gamal, Arek Malang Inisiator Klinik Asuransi Sampah Hingga Aplikasi Layanan Kesehatan

5 August
12:41 2019
2 Votes (4.5)

KBRN, Malang: Dokter Gamal Albinsaid, seorang dokter muda asal Kota Malang ini dikenal pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Inovasinya membuat klinik sampah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya di tahun 2014 silam, dokter Gamal pernah memperoleh gelar 'The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur'.

Penghargaan itu diberikan oleh Unilever dan Universitas Cambridge di Inggris kepada wirausahawan muda yang peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan. Bahkan, penghargaan itu diberikan langsung oleh Pangeran Charles di Istana Buckingham.

Klinik asuransi sampah yang dicanangkan dokter muda ini memang dianggap sebagai solusi mengatasi masalah sosial dan lingkungan. Alumni SMAN 3 Malang ini telah membentuk Organisasi Wirausaha Kesehatan Indonesia Medika, dimana salah satu programnya adalah klinik sampah. Melalui program tersebut, masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan membayar premi asuransi berupa sampah.

Ide pembuatan klinik asuransi sampah berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya warga yang sakit, tetapi tidak mampu berobat karena terkendala biaya kesehatan. 

"Berawal dari kisah nyata seorang anak pemulung bernama Khairunnisa yang menderita sakit diare. Penghasilan bapaknya 10 ribu. Saat itu, bapaknya tidak cukup uang untuk berobat, dan dia menemani bapaknya jadi pemulung, akhirnya dia meninggal dunia di gerobak sampah bapaknya," kata dr. Gamal kepada RRI, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, banyak anak berusia di bawah 5 tahun yang meninggal dunia karena layanan kesehatan yang terbatas. Kasus itulah yang kemudian menjadi motivasi bagi dr. Gamal dan teman-temannya untuk mengembangan inovasi kesehatan klinik asuransi sampah. 

"Jadi kami menggunakan sampah sebagai sumber daya yang terbuang untuk digunakan sebagai pembiayaan kesehatan. Warga miskin yang berobat ke klinik kami tidak dipungut biaya, mereka hanya perlu membayar sampah seharga Rp 10 ribu setiap bulan," ungkapnya.

"Program ini simple tetapui memberikan dampak yang cukup baik bagi masyarakat. warga bisa dapat layanan kesehatan hanya dengan bayar sekitar 5 kilogram kardus, atau dua kilogram plastik. Sebelumnya, masyarakat berpikir kesehatan itu mahal, sampah tidak berguna. Tetapi setelah ikut program ini, akhirnya mereka sadar ternyata sampah bernilai, layanan kesehatan bisa diakses," imbuhnya.

Saat itu, member klinik sampah tercatat sekitar 1.400 orang. Member yang mayoritas warga kurang mampu ini mengakses layanan kesehatan di dua klinik yang ada di Kota Malang. Sukses dengan program klinik sampah, dr. Gamal pun kini berinovasi dengan layanan kesehatan melalui pendekatan digital. Beberapa tahun terakhir, ia memanfaatkan media sosial untuk melakukan penggalangan dana bagi pengobatan warga kurang mampu, melalui platform siapapeduli.id.

"Meski baru kita buat beberapa tahun terakhir, ternyata banyak masyarakat yang antusias menyumbangkan dana untuk membantu pasien kurang mampu. Hingga kini sudah ada miliaran dana yang tim kita salurkan untuk membantu pembiayaan kesehatan," ungkap pria 30 tahun ini. 

Tak hanya itu, program kesehatan berbasis teknologi juga telah diluncurkan dr. Gamal bersama timnya melalui aplikasi layanan kesehatan bernama In-Med. Aplikasi itu memliki sejumlah fitur layanan kesehatan mulai dari Med-Talk atau layanan konsultasi dengan tenaga kesehatan, Med-Fund layanan penggalangan dana kesehatan, serta Med-Visit atau layanan untuk mendatangkan tenaga kesehatan di tempat tinggal pasien.

"Kita saat ini fokus melalui wirausaha seosial berbasis teknologi yang berfokus untuk digitalisasi berbagai layanan kesehatan. Layanan kesehatan di aplikasi In-Med ini juga tidak dipungut biaya," tegasnya.

Bagi dr. Gamal, berbagai inovasi kesehatan yang kini telah dijalankan bersama timnya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. 

"Mimpi kami sederhana, semua inovasi punya tujuan yang sama yaitu mmebantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Saya menikmati melahirkan program kesehatan yang baru dan punya dampak untuk orang banyak," pungkas Gamal. (Foto: Ist)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00