• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Mahasiswa UGM Ubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar

4 August
16:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta: Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan alat yang mampu mengubah limbah anorganik seperti sampah plastik menjadi bahan bakar berupa bio oil dan biogas.

Yanditya Affan Almada dari D3 Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM berhasil mengembangkan alat yang mampu mengubah limbah anorganik seperti sampah plastik menjadi bahan bakar berupa bio oil dan biogas. Alat tersebut berupa furnace atau pemanas yang dinamai AL-Production.

Affan mengembangkan teknologi yang mampu mengubah sampah anorganik seperti plastik menjadi bahan bakar melalui proses pirolisis, yaitu proses memanaskan plastik tanpa oksigen dalam temperatur tertentu serta teknik destilasi.

Sementara peralatan yang dikembangkan berupa pipa yang terhubung dengan tabung kedap udara ber-tekanan tinggi berbahan stainless steel. Sedangkan untuk sumber energi yang berfungsi sebagai pemanas menggunakan aliran listrik.

Affan mengatakan kepada RRI, cara kerja alat dimulai dengan memasukan sampah plastik ke dalam tabung vakum. Berikutnya tabung dipanaskan hingga mencapai 450-550 derajat Celcius. Tiga puluh menit kemudian keluar tetes-tetesan minyak dari pipa setelah melewati jalur pendinginan.

“ Furnice bisa digunakan untuk membuat biomassa, dsb. Dan yang didemonstrasikan disini adalah mengubah sampah plastik limbah unorganik menjadi bahan bakar. Limbah anorganik dimasukkan ke reaktor lalu dipanaskan hingga nanti mencair, lalu cairan tersebut menguap. Uap tersebut lalu dialirkan ke pipa destilator lalu uap tersebut didingankan. Lalu uap akan menjadi minyak menetes dari nozzle dan itu bisa dijadikan bahan bakar”, jelas Affan kepada RRI, Minggu (4/8/2019).

Affan juga menjelaskan ia mulai mengembangkan alat ini sejak duduk di bangku SMA,tepatnya tahun 2015 silam. Saat itu ia mengikuti lomba karya tulis ilmiah tentang penelitian pirolisis. Lomba itu menjadi awal ketertarikannya mengeksplorasi lebih dalam terkait proses mengkonversi sampah menjadi bahan bakar. Saat ini Affan berusaha terus menyempurnakan alat tersebut dan berusaha memproduksinya secara massal.


“ Rencana akan diproduksi secara mass production, kita beri seri di bagian alatnya sebab selama ini model pembuatannya masih pre-order, kalau ada yang pesan baru kita buatkan, Kedepan kita buat alat ini dengan seri sehingga tanpa dipesan pun ada seri yang dijual. Di luar negeri furnice itu kan ada serinya dan kemasannya pun bagus”, jelas Affan yang mengatakan alat itu sudah mulai ia jual sejak ia masih sekolah di SMA dan pembeli umumnya pergurua tinggi untuk sarana penelitian.

Affan menyebutkan alat yang dikembangkannya memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis dipasaran. Salah satunya menggunakan listrik untuk proses pemanasan sementara kebanyakan produk yang sudah ada di dalam negeri menggunakan sumber energi berupa api untuk proses pemanasan sehingga suhu kurang terkontrol.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00