• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Ahmad Arif, Pengabdian untuk Literasi Kebencanaan

2 August
17:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo sudah meresmikan ruang serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho yang berada di lantai 15 Graha BNPB, Jakarta, Kamis  (1/8/2019). 

Peresmian ruangan tersebut diinisiasi BNPB untuk memberikan apresiasi dan penghormatan tertinggi atas jasa dan dedikasi Sutopo terhadap penanggulangan bencana semasa hidupnya.

Dalam peresmian kemarin, turut diberikan penghargaan kepada tiga insan yang dinilai memiliki kontribusi untuk negeri dalam lingkup pelestarian lingkungan dan edukasi serta mitigasi bencana. Mereka adalah, Reksa Utama Anindha atau "Penjaga bumi yang penuh kebijakan" yaitu Mbah Sadiman, media Citra Dharma Bhakti atau "Insan dengan Pengabdian dalam bidang jurnalistik," Ahmad Arif, jurnalis media Harian Kompas, serta Sutopo Purwo Nugroho.

Ahmad Arif, Merangkai Tulisan Dalam Edukasi Kebencanaan

Penghargaan khusus insan media Citra Dharma Bhakti atau "Insan dengan Pengabdian dalam bidang jurnalistik," diberikan kepada Ahmad Arif, jurnalis media Harian Kompas atas beberapa karyanya yang berhubungan dengan kebencanaan. 

Apa yang dituangkan Arif melalui tulisannya itu telah berhasil mengubah perspektif warga terhadap bencana. Arif yang berprofesi sebagai jurnalis sejak 16 tahun lalu mulai menulis tentang pentingnya pengetahuan kebencanaan ketika ia ditugaskan meliput bencana tsunami Aceh 2004 silam.

Sepanjang mata memandang, Arif sangat tekejut dan tersentuh ketika melihat langsung begitu dahsyatnya dampak bencana tsunami di Aceh pada saat itu. 

Apa yang mendorong Arif untuk kemudian fokus pada jurnalisme bencana tidak hanya datang ketika ia melihat tsunami yang merenggut ratusan ribu korban jiwa, tetapi juga saat ia menyadari bahwa ada rekan sejawatnya menjadi salah satu korban. Ditambah lagi, pada saat itu, literasi tentang kebencanaan masih sangat minim.

Arif mulanya tidak tahu bahwa setelah gempa besar terjadi bisa disusul oleh tsunami. Bahkan hampir tidak ada pengetahuan yang mendasar tentang segala bencana yang mengancam. Oleh karena itulah ia mendedikasikan diri dan tulisannya untuk mencurahkan segala energi dan pikiran guna memberi pengetahuan tentang kebencanaan kepada sesama. 

Salah satu karya fenomenal Arif adalah Ekspedisi Cincin Api yang dia pelopori bersama media yang melambungkan namanya hingga saat ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00