• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Glory E3, Komitmen Nyata DFSK Dukung Kendaraan Listrik

27 July
16:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Pemerintah dalam waktu dekat ini berencana merilis regulasi kendaraan listrik di Indonesia dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Pemerintah (PP). Menanggapi rencana pemerintah mengatur kendaraan ramah lingkungan ini, DFSK menyatakan untuk mendukung kebijakkan Pemerintah Indonesia.

CO CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus menjelaskan, DFSK melalui PT Sokonindo Automobile dengan pabrik di Cikande sebagai perusahaan yang menjalankan usaha di Indonesia, berkomitmen untuk mendukung program-program pemerintah Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan bermotor.

"Salah satunya adalah pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Dalam hal ini, pada dasarnya kami sudah siap secara teknologi dan pabrik untuk memasuki pasar mobil listrik sebagai kendaraan yang relatif lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional, terutama dari sisi emisi gas buang," ujarnya, Sabtu (27/7/2019. 

Sebagai bukti dukungan tersebut, selama pameran GIIAS 2019 di BSD, DFSK menampilkan prototype mobil listrik SUV yaitu Glory E3 yg berkapasitas 5 (lima) penumpang.

"Mengenai insentif perpajakan dan lainnya, bagi kami selaku produsen tentunya ini merupakan hal yang  menjadi pertimbangan utama dalam mengembangkan dan memasarkan mobil listrik di Indonesia," tambahnya. 

"Semoga peraturan dan kebijakan pengembangan mobil listrik di Indonesia kondusif dan berdaya saing  sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu negara yg menjadi leader dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan," lanjutnya. 

Sementara itu, pada kesempatan yang lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, mengenai mobil berpenggerak tenaga full listrik (Battery Electric Vehicle) diatur melalui Perpres. Didalamnya akan mengatur berbagai skema industri kendaraan, termasuk insentif pajak untuk kendaraan listrik. 

"Melalui Perpres diharapkan bisa memberikan efek percepatan kendaraan bermotor listrik di Indonesia," tuturnya. 

Lebih lanjut Sri Mulyani menyampaikan, nantinya skema pajak akan dibuat lebih bersahabat dengan industri otomotif yang melakukan produksi mobil listrik, mulai dari membangun industri baterai, penyediaan komponen pendukung kendaraan berbasis listrik, memasukan bahan baku untuk produksi kendaraan listrik.

"Membangun infrastruktur seperti stasiun pengisian listrik umum, hingga bantuan kredit modal kerja untuk pembiayaan untuk penyedia layanan swap battery dan sertifikasi kompetensi pengembangan SDM serta sertifikasi produk," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00