• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Lewat "Cangkrukan", Polrestabes Surabaya Tangkal Radikalisme Dan Kriminalitas

24 July
16:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Polrestabes Surabaya terus berupaya meningkatkan kewaspadaan serta antisipasi terhadap maraknya penyebaran paham radikal dan berbagai persoalan sosial lain seperti kriminalitas, premanisme dan sebagainya. Salah satu program yang dilakukan adalah "Cangkrukan".

"Kalau dalam bahasa kalangan milenial, Cangkrukan itu kira-kira artinya sama dengan kongkow lah," kata Kasat Binmas Polrestabes Surabaya Kompol M. Fathoni, di Surabaya, Rabu (24/7/2019).

Lewat Cangkrukan ini, kata dia, polisi bersama unsur Muspida, Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, ormas dan semua kalangan masyarakat, kumpul bersama untuk mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di lingkungan mereka.

"Jadi dengan cangkrukan ini kita ngobrol bareng membicarakan apa saja yang positif.  Tempatnya bisa dimana saja. Bisa di rumah, di warung kopi, kafe, pos kamling dan lainnya," jelasnya.

"Kita ngobrol juga santai sambil ngopi, makan gorengan dan lainnya kalau ada masalah apa ayo kita diskusikan bareng. Misal kalau ada yang sering kehilangan motor, setelah cangkrukan kita tingkatkan keamanan. Gitulah bentuknya,"  tambah dia.

Lewat cangkrukan ini, diharapkan polisi bisa sedini mungkin mendeteksi, mengantisipasi dan mengatasi berbagai persoalan sosial yang mungkin  timbul di tengah masyarakat.

Fathoni juga mengatakan, cangkrukan juga bisa menjadi sarana untuk melakukan upaya menangkal penyebaran faham radikal. Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar acara Forum Grup Diskusi (FGD) dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Bahkan Pihaknya juga mendatangkan langsung narasumber dari Jakarta, Ali Fauzi,  seorang mantan Teroris yang merupakan adik kandung bomber bom Bali yakni Amrozi dan Ali Imron. Ali diminta berbicara pengalamannya ketika terjebak paham radikal.

Fathoni juga menjelaskan, banyak faktor yang membuat masyarakat terkena paham radikalisme. Contohnya seperti dari lingkungan rumah, teman dan yang paling bahaya adalah perkembangan teknologi karena dengan ini masyarakat bisa akses secara mudah membaca tentang pemahaman radikal. "Sebenarnya terkena atau tidaknya itu tergantung kita, makanya kita dari Polrestabes Surabaya mencegah sedini mungkin dari pemahaman radikalisme," ucapnya.

Semantara itu, Kaur Binops Satuan Binmas Polrestabes Surabaya Iptu Rutri Setia Wanto melanjutkan, polisi juga terjun langsung ke sekolah-sekolah, ormas dan juga komunitas yang ada di wilayah hukumnya.

"Langkah awal kita memberikan pencegahan pemahaman Radikalisme itu dari sekolah. Dari Karang Taruna, komunitas dan ormas juga kita gandeng, kita ambil ketuanya 'Ayo kita cegah radikalisme'," kata Rutri.

Pemberian materi pencegahan paham radikal yang diberikan, tentunya tak jauh berbeda antara anak sekolah dengan ormas dan komunitas. "Kalau anak sekolah kita gunakan teknik sesuai dengan tingkatan sekolahnya. Di sekolah itu kita ajak mereka menghargai orangtua, teman, guru dan yang ada di dalam sekolahannya," tegas dia.

Sedangkan untuk orang dewasa pihaknya memberikan pemahaman untuk saling menghargai perbedaan agama, maupun perbedaan yang ada dilingkungan. Kemudian, untuk saling berkomunikasi dan interaksi sesama warga di lingkungannya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00