• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Bank Mandiri Diduga Diretas, IPW: Kenapa Cyber Crime Polri Belum Bergerak?

24 July
09:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Cyber Crime Bareskrim Polri dan Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN) harus masuk ke Bank Mandiri untuk mengusut kasus erornya sistem perbankan plat merah paling besar di Indonesia itu. Sebab apa yang terjadi di Bank Mandiri itu tidak hanya meresahkan nasabah tapi juga sudah meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat perbankan nasional.

"Tugas utama Polri adalah menjaga ketentraman masyarakat dari berbagai keresahan dan gangguan sosial ekonomi. Jika terjadi keresahan dan gangguan sosial ekonomi, Polri harus turun tangan untuk mengusut akar masalahnya," kata Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) kepada RRI, Rabu (24/07/2019).

Apalagi kasus erornya sistem yang menimpa PT Bank Mandiri Tbk (BMR ) itu sudah membuat bank-bank lain resah dan meningkatkan kewaspadaannya. Selain itu, akibat erornya sistem Bank Mandiri ini, saldo nasabah ada yang raib dan ada juga yang bertambah drastis.

Menurut Neta S Pane, Cyber Crime Bareskrim Polri dan BSSN perlu mengusut kasus ini untuk mencari tahu, apakah sistem Bank Mandiri itu erorr akibat adanya serangan digital (hacker) dari negara lain. Atau apakah ada pihak tertentu dari luar negeri yang berusaha membobol sistem (hack) perbankan nasional itu untuk mendapatkan keuntungan ekonomi?

"Polisi dan BSSN perlu mencari tahu apakah error sistem pada Bank Mandiri itu terjadi karena adanya serangan (hacker) dari luar atau apakah ada pihak tertentu yang berusaha memasukkan dana ilegal dengan jumlah besar dari luar negeri melalui sistem perbankan terbesar nasional itu, dengan cara meng-exploit kelamahan sistemnya?" katanya.

Dia, mendesak Kepolisian mengungkap kasus ini secara transparan ke publik, mengingat begitu banyaknya kepentingan publik khususnya nasabah di bank terbesar pemerintah tersebut.

"Polri dan BSSN tidak boleh mendiamkan tentang apa yang terjadi di Bank Mandiri. Sebab hingga kini, dari pantauan IPW, Cyber Crime Polri belum bergerak. Sementara BSSN hanya sekadar memantau dan belum bekerja agresif untuk membuka dan mencari tahu apa yang terjadi sesungguhnya di Bank Mandiri," ungkap Neta.

"Jika bank sebesar Mandiri saja bisa seperti itu, bagaimana dengan bank bank lain. Tentunya sangat mustahil, jika bank sebesar Mandiri, sistemnya begitu buruk dan begitu mudah erorr," imbuhnya.

Neta menilai, kasus erornya sistem Bank Mandiri ini, menjadi tantangan bagi Ciber Crime Polri dan BSSN untuk mengusutnya. Sehingga ke depan sistem perbankan nasional, apalagi bank nasional terbesar, seperti Bank Mandiri, bisa benar-benar aman dari berbagai gangguan yang bisa meresahkan maupun merugikan masyarakat.

Seperti diketahui, sekitar 1.5 juta nasabah Bank Mandiri Sabtu (20/07) pagi dikejutkan dengan jumlah saldo di rekening tabungan mereka yang berkurang, raib maupun bertambah. Muncul dugaan bahwa penyebab perubahan saldo nasabah tersbut merupakan ulah hacker yang tidak bertanggungjawab. 

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Hanum Oktavia

    Editor RRI Malang

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00