• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Jokowi : Edukasi Bencana Alam, Indonesia Harus Mencontoh Jepang

24 July
09:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jepang adalah contoh negara yang sangat rawan bencana alam baik tsunami maupun gempabumi. Di negara tersebut, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), semua bisa lihat kalau ada gempa, jika sirine tak berbunyi, rakyatnya pasti tenang-tenang saja. Tetap beraktivitas seperti biasa, bahkan bisa makan dan minum dengan nyaman.

Akan tetapi, begitu sirine berbunyi, sambung Jokowi, rakyat Jepang langsung tahu harus melakukan apa, berkumpul di mana, bahkan sudah mengetahui rute-rute evakuasi secara detil.

Jepang sangat kuat dan sudah berhasil dalam edukasi bencana kepada rakyatnya. Jokowi lantas mengingatkan, Indonesia harus seperti itu. Perlu dilakukan edukasi secara besar-besaran kepada masyarakat bahwa Wilayah Indonesia memang rawan bencana. Edukasi ini harus dilaksanakan  intensif berjenjang, sejak tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, bahkan hingga Perguruan Tinggi, sampaikan semua apa adanya.

“Seperti kemarin agak ramai mengenai potensi megathrust, ya sampaikan apa adanya, memang ada potensi kok. Bukan meresahkan, tapi sampaikan kemudian tindakan apa yang harus dilakukan, step-stepnya seperti apa,” terang Presiden Jokowi.

Dirinya juga menambahkan, hal itu adalah mengedukasi, memberikan pembelajaran pada masyarakat, sehingga lama kelamaan juga nantinya terbiasa.

“Ini nanti juga yang harus dikerjakan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sehingga menjadi jelas semuanya. Daerah dan pemerintah pusat, kerjakan bersama-sama. Sehingga setiap kejadian atau akan ada sebuah potensi kejadian, antisipasinya jelas, step-step tindakannya juga jelas, bukan bingung setelah ada kejadian,” tutur Presiden Jokowi dalam Rakornas BMKG di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Meskipun sudah banyak melakukan inovasi, Kepala Negara juga mengingatkan, bahwa ke depan memang harus banyak hal yang diperbarui di BMKG, khususnya peralatan dan kelengkapan. 

"Tetapi juga kalau sudah beli, sudah dipasang, agar dilihat, dikontrol, diperiksa terus. Jangan sampai baru pasang dua hari barangnya hilang. Baru pasang seminggu udah enggak ada barangnya,” tegas Presiden.

Kepala Negara menyarankan, agar tidak terulang kembali kejadian-kejadian seperti itu, ada baiknya titipkan saja (alat-alat pemantau) kepada aparat keamanan setempat, bahwa ini adalah barang yang sangat penting sekali untuk memantau kerawanan bencana, baik itu longsor, tsunami, gempabumi. Sehingga semuanya ikut menjaga.

“Rakyat menjaganya, masyarakat menjaganya, aparat juga ikut menjaganya. Karena banyak juga yang enggak tahu, barang apa enggak ngerti,” tutur Presiden.

Kalau perlu, kata Jokowi, tulis yang besar di alat-alat itu nanti "Sangat Penting", agar nantinya menjadi pesan kepada semuanya untuk menjaganya bersama-sama.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00